Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement MGID

 



Senin, 11 Desember 2023, 1:04:00 AM WIB
Last Updated 2023-12-10T18:05:54Z
NEWSSejarah dan Budaya

Perbedaan Legenda Antara Ratu Pantai Selatan: Nyi Roro Kidul dan Nyi Blorong

Advertisement


Edytor : Prabu  Guntur

Jogja|MATALENSANEWA.com-- Dalam mitologi Jawa, Pantai Selatan Jawa identik dengan legenda Nyi Roro Kidul yang dianggap sebagai penguasa wilayah tersebut. Legenda ini menggambarkannya sebagai sosok ratu laut yang berparas cantik dengan kekuasaannya yang besar.


Selain Nyi Roro Kidul, nama Nyi Blorong juga banyak dikenal oleh masyarakat. Namun, ini menimbulkan pertanyaan apakah keduanya merupakan tokoh yang sama. Benarkah demikian? Yuk, simak penjelasannya di bawah ini.


Siapa Itu Nyi Roro Kidul?

Nyi Roro Kidul yang dikisahkan bernama asli Putri Kandita merupakan anak dari pasangan Raja Prabu Siliwangi dengan salah satu permaisurinya. Kecantikan Kandita yang memesona menyebabkan Prabu Siliwangi amat sangat menyayanginya, seperti yang dijelaskan dalam buku 'Kumpulan Cerita Rakyat Nusantara' oleh Lia Nuralia dan Iim Imadudin.


Akan tetapi, hal tersebut memicu rasa cemburu selir dan anak-anak raja lainnya sehingga mereka berencana untuk mengusir Putri Kandita dari istana. Akhirnya, Putri Kandita menemukan ketenangan di sepanjang sungai dan berhasil menyembuhkan penyakitnya melalui air yang menyegarkan. 


Ia pun menetap di pesisir selatan Pakuan Pajajaran dan mulai dikenal sebagai Kanjeng Ratu Nyi Roro Kidul, sosok yang cantik dan kuat.


Menurut mitos Jawa, Nyi Roro Kidul sering kali dihubungkan dengan warna hijau sehingga orang-orang meyakini bahwa memakai pakaian berwarna hijau di sekitar Pantai Selatan Jawa dapat menarik perhatian atau bahkan meminta restu dari Nyi Roro Kidul.


Tidak hanya dikenal sebagai penguasa lautan, Nyi Roro Kidul juga dianggap memiliki kekuatan gaib untuk menjaga kelestarian alam dan melindungi penduduk setempat. 


Oleh karena itu, masyarakat kerap melakukan ritual atau upacara sebagai tanda penghormatan kepada Nyi Roro Kidul agar mereka dapat hidup harmonis dengan alam di sekitar Pantai Selatan Jawa.


Siapakah Nyi Blorong?

Berdasarkan buku 'Kanjeng Ratu Kidul dalam Perspektif Islam Jawa' oleh Muhammad Sholikhin, Nyi Blorong dipercayai berasal dari telur yang diawasi oleh Ki Ageng Tambir di Gua Karang Bolong, Pelabuhan Ratu. 


Saat menjalani masa pertapaan tersebut, Ki Ageng Tambir diberikan tugas oleh Ratu Kidul untuk menantikan kelahiran telur.


Bahwa Nyi Blorong nantinya akan ditugaskan untuk menyesatkan dan menggoda manusia. Ratu Kidul juga berkata bahwa makhluk yang menetas dari telur tersebut diakuinya sebagai anak.


Gua Karang Bolong kini juga dikenal sebagai Gua Pesugihan dan banyak didatangi oleh orang-orang yang hendak bekerja sama dengan Nyi Blorong demi mendapatkan kekayaan dengan mudah.


Apakah Nyi Roro Kidul dan Nyi Blorong Sama?

Menurut penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa Nyi Roro Kidul dan Nyi Blorong merupakan dua sosok legenda yang berbeda. Terdapat perbedaan kisah yang cukup terlihat antara keduanya.


Masih dikutip dari sumber yang sama, disebutkan pula bahwa fenomena-fenomena buruk yang terjadi di kawasan Laut Selatan bukanlah disebabkan oleh perbuatan Ratu Kidul, melainkan tugas Nyi Blorong.


Perbedaan Nyi Roro Kidul dan Nyi Blorong

1. Tugas di Laut Selatan

Seperti yang diketahui bersama, Nyi Roro Kidul konon merupakan ratu penguasa Pantai Selatan Jawa dan diyakini memiliki pengaruh kuat terhadap wilayah laut tersebut. 


Mitosnya sering kali menghubungkannya dengan kekuasaan atas gelombang laut sehingga banyak masyarakat yang percaya bahwa Nyi Roro Kidul memegang kendali terhadap arus dan ombak di wilayah Laut Selatan.


Berbeda dari Nyi Roro Kidul, Nyi Blorong bertanggung jawab sebagai panglima perang Ratu Kidul sekaligus bertugas membujuk para manusia untuk terjerumus ke jalan yang sesat.


2. Bentuk Wujud

Perbedaan selanjutnya terletak pada penampilan fisik mereka. Meski keduanya sering digambarkan sebagai wanita berparas cantik, Nyi Roro Kidul diilustrasikan dengan mengenakan kebaya hijau yang elegan.


Sementara itu, Nyi Blorong memiliki penampilan yang unik, di mana setengah bagian tubuhnya dari pinggang ke bawah berwujud ular. Ini menciptakan citra visual yang sangat berbeda antara Nyi Roro Kidul dengan Nyi Blorong.


3. Kekuatan Gaib

Kemampuan Nyi Roro Kidul untuk mengendalikan dan mengatur laut membuatnya menjadi sosok yang sangat berpengaruh dalam mitologi Jawa. Dia diyakini memiliki kontrol atas gelombang laut dan arusnya. Selain itu, Nyi Roro Kidul juga dianggap sebagai pelindung dan penjaga keselamatan bagi para nelayan yang menggantungkan hidup mereka pada lautan.


Sedangkan Nyi Blorong sebagai panglima Ratu Kidul jelas memiliki keahlian bertempur dan memimpin seluruh pasukan kerajaan di wilayah Pantai Selatan. Dengan wujudnya yang setengah ular, ia dapat berubah menjadi ular berukuran besar.


4. Asosiasi dengan Manusia

Sebagai penguasa Laut Selatan, keduanya tentu sering berinteraksi dengan manusia. Hanya saja, Nyi Blorong cenderung menghasut manusia dengan kemewahan yang ditawarkan, sementara Nyi Roro Kidul dapat memberikan berkah atau melindungi manusia, terutama yang bekerja di laut.


Demikian perbedaan antara Nyi Roro Kidul dan Nyi Blorong yang konon merupakan penguasa Laut Selatan. Semoga bermanfaat!