Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement MGID

 


Selasa, 12 Desember 2023, 10:53:00 AM WIB
Last Updated 2023-12-12T03:56:42Z
Berita Olah ragaNEWS

PSIS Semarang Harus Taklukkan Borneo FC Tanpa Bek Andalan: Syiha Buddin Berperan Penting dalam Kemenangan Mahesa Jenar

Advertisement


Semarang|MATALENSANEWS.com-  Absennya dua bek tengah andalan PSIS Semarang dalam pertandingan melawan Borneo FC pada pekan ke-22 BRI Liga 1 2023/2024, Sabtu (9/12/2023), menjadi berkah tersendiri bagi pemain muda bernama Syiha Buddin.


Pada duel melawan Borneo FC, PSIS Semarang memang harus kehilangan sejumlah pemain penting di sektor pertahanan. Sebelum pertandingan, Wahyu Prasetyo dipastikan absen karena mengalami cedera lutut.


Masalah kembali datang menjelang pertandingan. Lucas Gamma yang sedianya diproyeksikan bermain sebagai starter harus absen. Dia mengalami masalah pencernaan karena salah mengonsumsi makanan.


Akhirnya, pelatih PSIS Semarang, Gilbert Agius, terpaksa menurunkan duet Syiha Buddin dan Bayu Fiqri untuk mengawal jantung pertahanan. Keduanya pun tampil penuh selama 2x45 menit ketika Mahesa Jenar digasak dua gol tanpa balas.


Gilbert Agius pun memuji permainan anak asuhnya saat menghadapi Borneo FC. Menurutnya, meski tak bisa menurunkan skuad terbaik, Mahesa Jenar tetap berani memainkan gaya permainan build-up.


Menurutnya, ini tak terlepas dari kualitas pemain yang dimiliki PSIS Semarang. Secara khusus, dia memuji Syiha yang langsung bisa nyetel meski sudah nyaris dua tahun tak bermain di level kompetitif. 


Pemain berusia 22 tahun ini memang sempat absen dari skuad Mahesa Jenar karena mengikuti pendidikan prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (AL). 


“Salah satunya adalah Syiha. Dia sudah tidak bermain selama dua tahun. Namun, dia bisa bermain sangat bagus. Fantastis,” kata Gilbert Agius.


“Padahal, dia baru bergabung bersama kami selama dua bulan terakhir. Setelah tidak bermain dua tahun, dia bisa tetap bermain sesuai dengan sistem permainan kami,” ia menambahkan.


Juru taktik asal Malta itu menegaskan tugasnya sebagai pelatih ialah membantu pemain untuk mengeluarkan potensi terbaiknya. Itulah sebabnya, Gilbert mengapresiasi kerja keras seluruh pemainnya.


Dia memuji keberanian pemain untuk tetap menjalankan instruksi pelatih. Padahal, menurut Gilbert, lawan yang dihadapi PSIS Semarang tidak sembarangan, yakni Borneo FC yang berstatus sebagai pemuncak klasemen BRI Liga 1.


“Tugas saya sebagai pelatih ialah membantu para pemain saya untuk bisa bermain sepak bola. Ini tanggung jawab saya. Jika kami menang, saya tentu sangat senang. Kalau kalah, ya saya sedih,” ujarnya.(TRI)