Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement MGID

 



Rabu, 17 Januari 2024, 11:41:00 AM WIB
Last Updated 2024-01-17T04:41:49Z
BERITA UMUMNEWS

BUMDes Rowobayem Purworejo Diduga Fiktif, Ketua BUMDes Adik Kandung Kades

Advertisement


Purworejo|MATALENSANEWS.com– Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Rowobayem Kecamatan Kemiri Kabupaten Purworejo Jawa Tengah, yang dikelola oleh adik kandung Kepala Desa (Kades) Rowobayem diduga fiktif, Rabu (17/1/2024).


BUMDes Rowobayem, yang di kelola oleh Rizal, adik kandung Kades Rowobayem selaku Direktur sejak tahun 2021, yang awalnya akan menjalankan 3 (tiga) kegiatan BUMDes, yakni jasa Wifi atau Internet, Pertanian, dan Beras, hingga akhir tahun 2023 hanya wifi yang berjalan, itupun tidak pernah ada laporan setiap akhir tahunnya.


Dari keterangan Suprapto selaku Kepala Desa Rowobayem, dari ketiga jenis usaha yang dikelola BUMDes tersebut menghabiskan anggaran awal Rp. 265 juta, dengan rincian BUMDes Wifi sebesar Rp. 60 juta, Beras sebesar Rp. 80 juta, dan Pertanian sebesar Rp. 125 juta.


“Untuk wifi anggarannya 60 juta, beras sekitar 80 juta, dan untuk pertanian 125 juta,” ucap Kades Rowobayem.


Namun dari ketiga jenis usaha yang dikelola BUMDes tersebut hanya wifi yang masih berjalan sampai sekarang, akan tetapi tidak pernah ada laporan untung rugi dari pengurus BUMDes, sehingga tidak ada pertanggungjawaban terkait pengelolaan Wifi selama tiga tahun, yakni sejak tahun 2021 hingga tahun 2023 ini.


Padahal dari BUMDes Wifi, sekitar 46 warga masih membayar tiap bulannya, namun karena tidak adanya laporan dari Pengurus BUMDes, sehingga tidak diketahui kemana larinya uang hasil dari BUMDes Wifi.


Kades Rowobayem juga menyampaikan bahwa BUMDes yang berdiri pada tahun 2022, yakni Beras dan Pertanian, pada akhir tahun anggaran 2022 tidak ada laporan dan baru mulai dikerjakan sekarang, yakni akhir tahun 2023. Sehingga para pihak terkait saat ini sedang kerja keras membuat laporan BUMDes tahun 2022 dan tahun 2023.


“Ini laporannya sedang dibuat mas, tahun 2022 dan tahun 2023,” ucap Kades.


Salah satu narasumber yang enggan disebutkan namanya menyampaikan bahwa, “anggaran BUMDes sebesar Rp. 225 juta yang rencananya akan dibuat Pertashop, namun tidak jadi, akan tetapi dana sudah cair pada tahun 2021 dan sudah diserahkan ke Pengurus BUMDes, namun hingga kini tak ada realisasinya dan tidak ada laporan hingga tahun 2023,” ucapnya.


Narasumber tersebut juga menyampaikan bahwa para Pengurus BUMDes susah untuk ditemui, bahkan selalu menghindar saat akan ditanya terkait laporan BUMDes.


Selain permasalahan BUMDes, warga masyarakat Desa Rowobayem juga mengeluhkan terkait bantuan bedah rumah untuk RTLH yang di alihkan untuk rumah milik anak Kades sendir


 (Pungky )