Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement MGID

 



Senin, 29 April 2024, 1:01:00 PM WIB
Last Updated 2024-04-29T06:01:41Z
BERITA UMUMNEWS

Ada 2 Laporan Penanganan Kasus Yang Viral, Begini Penjelasan Sri Mulyani Indrawati

Advertisement


JAKARTA | MatalensaNews.com, – Kementerian keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati bersama pimpinan @beacukairi di Kantor @bcsoetta membahas mengenai berbagai isu aktual yang muncul di publik terkait pelayanan BC.


Kemenkeu, Sri Mulyani mendengar laporan penanganan kasus yang viral, seperti : 


1. Pengiriman sepatu dan pengiriman action figure (Robotic) - dua kasus ini mirip yaitu terdapat keluhan mengenai pengenaan Bea Masuk dan Pajak.


Dalam dua kasus ini, ditemukan indikasi bahwa harga yang diberitahukan oleh perusahaan jasa titipan (PJT) lebih rendah dari yang sebenarnya (under invoicing). 


Oleh sebab itu, petugas BC mengoreksi untuk keperluan penghitungan bea masuk dan pajaknya. Namun masalah ini sudah selesai karena Bea Masuk dan Pajaknya telah dilakukan pembayaran, sehingga barangnya pun sudah diterima oleh penerima barang. 


2. Pengiriman barang untuk Sekolah Luar Biasa (SLB).


"Dimana barang impor berupa keyboard sebanyak 20 pcs tersebut sebelumnya diberitahukan sebagai barang kiriman oleh PJT pada tanggal 18 Desember 2022." Ungkapnya dalam akun Sri Mulyani Indrawati. Sabtu (27/4/2024). 


Lebih lanjut. Namun karena proses pengurusan tidak dilanjutkan oleh yang bersangkutan tanpa keterangan apa pun, maka barang tersebut ditetapkan sebagai Barang Tidak Dikuasai (BTD). 


Belakangan (di medsos twitter / X) baru diketahui bahwa ternyata barang kiriman tersebut merupakan barang hibah sehingga BC akan membantu dengan mekanisme fasilitas pembebasan fiskal atas nama dinas pendidikan terkait. 


Arahan saya jelas, saya minta BC terus melakukan perbaikan layanan dan proaktif memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai kebijakan - kebijakan dari berbagai K/L yang harus dilaksanakan oleh BC sesuai mandat UU yaitu sebagai border protection, revenue collector, trade facilitator, dan industrial assistance.


Saya juga meminta BC untuk bekerjasama dengan para stakeholders terkait agar dalam pelayanan dan penanganan masalah di lapangan dapat berjalan cepat, tepat, efektif sehingga memberikan kepastian kepada masyarakat.


"Saya mengapresiasi dan berterimakasih kepada semua pihak yang telah dan terus membantu memberikan masukan maupun dukungan lain agar pelayanan dan kinerja BC dan Kemenkeu terus membaik." imbuhnya. ( Red)