Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement MGID

 


Selasa, 18 Juni 2024, 1:22:00 PM WIB
Last Updated 2024-06-18T06:22:11Z
LENSA POLITIKNEWS

Golkar, PKB, dan Gerindra Bentuk Koalisi Perubahan Boyolali untuk Pilkada 2024

Advertisement


Boyolali,MATALENSANEWS.com— Partai Golkar, PKB, dan Partai Gerindra resmi membentuk Koalisi Perubahan Boyolali untuk menghadapi Pilkada 2024. Deklarasi ini berlangsung di salah satu restoran di wilayah Pengging, Banyudono, Boyolali, pada Senin (17/6/2024) sore, bertepatan dengan perayaan Hari Raya Iduladha.


Pemilihan Pengging sebagai lokasi deklarasi memiliki makna filosofis, karena di sana terdapat pepunden Yosodipuro yang dianggap bisa mempersatukan Keraton Solo dan Keraton Yogyakarta. Acara ini dihadiri oleh perwakilan tiga partai politik, komunitas pendukung perubahan, dan simpatisan lainnya. Penandatanganan perjanjian kerja sama politik dilakukan oleh ketua masing-masing partai, disaksikan oleh para sukarelawan.


Gombloh Sujarwanto, Koordinator Barisan Merah Putih Pengging (BMPP) Boyolali, menyampaikan bahwa deklarasi dipilih bertepatan dengan Iduladha untuk menandai hari yang penuh pengorbanan bagi masyarakat Boyolali.


"Di sini ada pula petilasan Sitinggil, di situ ada pesantrennya Syekh Siti Jenar, maka rekan-rekan mohon berkah dan insyaallah Gusti Allah ngijabahi [mengabulkan]," ujarnya.


Ketua DPD Partai Golkar Boyolali, Fuadi, menyatakan bahwa partainya siap mengamankan perubahan di Boyolali. Dia menjelaskan bahwa di partainya tidak ada penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati (cabup-cawabup) karena mekanisme di Partai Golkar berbeda dengan yang lain. Mekanisme pemilihan calon di Partai Golkar berupa penugasan, yang tetap diuji dengan survei elektabilitas oleh Lembaga Survei Indonesia (LSI), dengan hasil yang akan keluar pada Juli 2024.


Fuadi, yang sudah mendapatkan penugasan dari DPP Partai Golkar untuk maju sebagai cabup pada Pilkada Boyolali 2024, mengatakan bahwa dia akan mematuhi apapun hasil survei tersebut. Bahkan, ia siap jika tidak masuk dalam hasil rekomendasi survei.


"Siapapun yang ditunjuk partai pengusung baik PKB, Golkar, maupun Gerindra, saya siap mengamankan perubahan di Boyolali," kata Fuadi.


Ketua DPC PKB Boyolali, Eko Mujiono, mengajak Koalisi Perubahan untuk tetap solid. Ia mengingatkan bahwa jika satu partai saja hengkang, maka gerakan perubahan tinggal angan-angan. Eko juga menyampaikan bahwa DPC PKB Boyolali terus berkoordinasi dengan pimpinan baik di tingkat Jawa Tengah dan pusat, dan berkomitmen untuk menyukseskan siapa pun pasangan calon yang diusung oleh koalisi perubahan pada Pilkada Boyolali 2024.


Ketua DPC Partai Gerindra Boyolali, Aziz Aminudin, mengaku terkesan dengan harapan yang diberikan oleh para eks anggota DPRD Boyolali pada koalisi tiga partai ini. Gerindra Boyolali, tegasnya, berkomitmen pada perubahan nyata di Boyolali.


Koordinator Komunitas Bhakti Praja (KBP), Amin Wahyudi, menekankan pentingnya menghilangkan belenggu yang selama ini menghambat kesejahteraan di Boyolali. Ia juga berharap parlemen diisi oleh berbagai warna partai politik untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat yang lebih luas.


Dengan deklarasi ini, diharapkan Koalisi Perubahan Boyolali dapat membawa perubahan nyata dan positif bagi masyarakat Boyolali, menciptakan demokrasi yang sehat dan kebijakan yang berpihak kepada rakyat.(Goent)