Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement MGID

 


Minggu, 23 Juni 2024, 10:30:00 PM WIB
Last Updated 2024-06-23T15:30:36Z
BERITA POLISINEWS

Kapolda Jateng Beri Kesempatan Santri Penghafal Al-Qur'an Masuk Polri Gratis

Advertisement


Kabupaten Semarang,MATALENSANEWS.com– Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi memberikan kesempatan bagi para santri penghafal Al-Qur'an untuk menjadi anggota Polri tanpa biaya. Hal ini diungkapkan Kapolda saat menghadiri Haflah Akhirissanah dan Tasyakuran Khotmil Qur'an Ke-4 di Madrasah Quranil Majid Pondok Pesantren Putri Blater Madinatul Qur’an (BMQ), Kabupaten Semarang pada Minggu (23/6/2024) siang.


Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat utama (PJU) Polda Jateng, Forkopimda Kabupaten Semarang, Pimpinan Ponpes Blater KH. Fatkhurrohim Mas'ud, Pengasuh Ponpes H. An'im Aba Abdilah, serta para santriwati Ponpes MBQ.


Di hadapan para santriwati yang lulus sebagai penghafal Al-Qur'an, Kapolda menyampaikan rasa bangga dan ucapan selamat. Ia juga mengumumkan bahwa santri penghafal Al-Qur'an diprioritaskan untuk menjadi anggota Polri.


“Hari ini saya bangga karena ikut mengantar Haflah Akhirissanah. Ini suatu kebanggaan bagi saya, ini tidak sembarangan,” ujar Kapolda.


"Silakan adik-adik santri penghafal Al-Qur'an mendaftar menjadi polisi. Polda Jateng memberi prioritas bagi para santri hafidz untuk masuk jadi anggota Polri secara gratis," tegas Kapolda.


Program Rekrutmen Proaktif (Repro) Calon Anggota Polri telah banyak menjaring para penghafal Al-Qur'an untuk berkarier di Polri. Salah satu contohnya adalah Bripda Sherly, anggota Polresta Banyumas, yang diterima menjadi anggota Polri karena mampu menghafal 30 juz Al-Qur'an.


Di hadapan para santri Ponpes MBQ, Kapolda memberikan gambaran mengenai tugas Polri sebagai pelindung, pelayan, dan pengayom masyarakat. Ia menyebut bahwa Polri dan pesantren memiliki peran yang sama dalam menjaga keutuhan bangsa dan negara, dengan mengajarkan Amar Makruf Nahi Munkar kepada para santri.


"Sehingga tugas saya sebagai Kapolda dan tugas Kyai sama, yaitu melindungi, mengayomi, dan membimbing masyarakat, bedanya pada penegakan hukum yang hanya bisa dilakukan oleh Polri sesuai amanat undang-undang," terangnya.


Kapolda juga menyebut banyak lulusan pondok pesantren yang menjadi pemimpin bangsa, seperti Almarhum Gus Dur, Wapres Ma'ruf Amin, dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.


Menurut Kapolda, pendidikan pesantren menjadi role model karena secara tidak langsung memberikan benteng kepada anak-anak dari pergaulan yang salah. Pesantren juga menjadi benteng sejak dini dari persebaran paham intoleran, dengan mengajarkan toleransi dalam Islam dan menjauhkan anak-anak dari penyebaran paham intoleran yang masif di media sosial.


"Melalui pesantren, anak-anak akan dididik agar berguna bagi bangsa dan negara sehingga menjadi kebanggaan kita sebagai orang tua. Oleh karena itu, sudah tepat jika pesantren ini menjadi benteng terakhir dan garda terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI," tambah Kapolda.


“Mohon doa restu, doakan Polisi Jawa Tengah menjadi polisi yang baik, karena jika polisinya baik, saya yakin masyarakatnya juga akan baik,” pungkas Kapolda.(GT)