Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement MGID

 



 


 


src="https://jsc.mgid.com/m/a/matalensanews.com.1538513.js" async>
Senin, 10 Juni 2024, 4:51:00 PM WIB
Last Updated 2024-06-10T09:51:42Z
NEWSPENDIDIKAN

Polda Jateng Luncurkan Program Jateng Zero Bullying untuk Perlindungan Siswa

Advertisement


Kota Semarang,MATALENSANEWS.com– Polda Jawa Tengah menegaskan pentingnya perlindungan siswa dari aksi perundungan melalui Program Jateng Zero Bullying. Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi menyampaikan hal ini dalam Apel Besar Patroli Keamanan Sekolah (PKS) di Mapolda Jateng pada Senin pagi (10/6/24). 


Apel tersebut diikuti oleh 1.050 siswa PKS dari berbagai SMA, SMK, dan MAN di seluruh Jawa Tengah. Turut hadir perwakilan UNICEF dr. Armunanto, Kakesbanglinmas, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah, LPAI Jateng, perwakilan kepala sekolah, serta para Kasat Lantas dan Kasat Binmas di Jawa Tengah.


Dalam sambutannya, Kapolda menekankan peran PKS dalam menciptakan ketertiban dan kedisiplinan siswa di sekolah. "Peran PKS adalah menciptakan ketertiban dan kedisiplinan siswa di lingkungan sekolah, sehingga adik-adik sekalian menjadi contoh bagi rekan-rekannya untuk meningkatkan disiplin," ujar Kapolda.


Kapolda juga menggarisbawahi pentingnya pendisiplinan tanpa memandang senioritas, dengan menggunakan konsep kekeluargaan, kasih sayang, dan tolong-menolong. Ia menegaskan bahwa tugas utama siswa di sekolah adalah belajar, menaati tata tertib sekolah, dan berbakti kepada orang tua.


Selama apel, para peserta diberikan buku saku berisi informasi tentang jenis-jenis bullying, cara mengatasinya, serta upaya preemptif dan preventif untuk menangani bullying. Buku ini diharapkan dapat dibaca dan dipahami oleh siswa PKS, yang kemudian akan mensosialisasikannya di sekolah masing-masing.


Kapolda juga menyoroti pentingnya perhatian khusus terhadap kasus yang melibatkan perempuan dan anak. Ia telah memerintahkan seluruh Kasat Lantas dan Kasat Binmas untuk membentuk satgas di sekolah, guna memastikan siswa terlindungi dari perilaku menyimpang dan aksi perundungan.


"Melalui pelaksanaan apel besar PKS dan launching program Jateng Zero Bullying, kita canangkan Jawa Tengah Zero Bullying di sekolah-sekolah. Tidak ada lagi perkelahian, perundungan, dan persekusi," tandas Kapolda.


Perwakilan UNICEF Jawa Tengah, dr. Armunanto, memberikan apresiasi atas inisiatif ini. Ia menyatakan bahwa upaya ini menunjukkan kepedulian terhadap kesejahteraan anak-anak dan UNICEF siap mendampingi pemerintah dalam merealisasikan tujuan tersebut.


"Kami harap upaya mulia ini dapat terwujud sehingga anak-anak kita terlindungi dari aksi kekerasan," tambahnya.(FARID