Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement MGID

 



 


 


src="https://jsc.mgid.com/m/a/matalensanews.com.1538513.js" async>
Senin, 10 Juni 2024, 6:17:00 PM WIB
Last Updated 2024-06-10T11:17:33Z
LENSA KRIMINALNEWS

Tiga Pelaku Pengeroyokan yang Tewaskan Bos Rental Mobil di Pati Ditangkap

Advertisement


PATI|MATALENSANEWS.com- Tiga pelaku pengeroyokan yang menewaskan BH, seorang bos rental mobil asal Jakarta, telah ditangkap oleh polisi. Insiden tragis ini terjadi pada Kamis (06/06/2024) di Sukolilo, Kabupaten Pati. Kabidhumas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Satake Bayu, mengungkapkan peran signifikan para tersangka dalam konferensi pers di Mapolresta Pati pada Senin (10/06/2024).


Kasus ini bermula ketika BH bersama tiga rekannya, SH (28), KB (54), dan AS (37), berusaha mencari mobil rental yang hilang. Berdasarkan penelusuran GPS, mereka menemukan mobil tersebut di wilayah Sukolilo, Pati, Jawa Tengah. Saat mencoba mengambil mobil dengan kunci cadangan, mereka diduga sebagai maling oleh warga setempat, yang kemudian memicu amukan massa.


"Apesnya, aksi mereka terlihat warga yang menduga mereka sebagai maling. Warga pun berteriak maling dan mengundang warga lainnya berdatangan. Keempat korban lalu dihajar massa hingga babak belur," terang Satake.


Tiga pelaku yang kini menjadi tersangka adalah EN, seorang petani, yang berperan mengejar dan menghadang mobil korban serta memukul dan menginjak korban BH. Tersangka BC, juga seorang buruh tani, memiliki peran serupa dengan EN, yaitu mengejar, menghadang, memukul, dan menginjak korban. Tersangka AG, seorang wiraswasta, melindas korban dengan roda dua mengenai lengan kanan, dada, dan lengan kiri, serta memukul korban.


Polisi yang menerima laporan segera turun ke lokasi dan mengevakuasi korban ke rumah sakit. Namun, BH dinyatakan meninggal dunia pada malam harinya.


Atas perbuatannya, ketiga tersangka kini telah ditahan dan dijerat Pasal 170 ayat 2 ke-3 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. Satake juga mengungkapkan bahwa jumlah tersangka dalam kasus ini masih bisa bertambah seiring penyelidikan yang terus berlanjut.


"Penanganan perkara masih terus berlanjut. Jumlah tersangka masih bisa bertambah. Petugas akan memburu para pelaku yang belum tertangkap. Kami himbau kepada para pelaku yang terlibat dalam pengeroyokan tersebut agar segera menyerahkan diri," tegasnya.


Kabidhumas menyebut kasus ini menjadi pelajaran penting mengenai pentingnya tidak bertindak sendiri tanpa konfirmasi yang jelas, karena dapat berakibat fatal dan memiliki konsekuensi hukum yang serius. Dia menghimbau masyarakat untuk tidak main hakim sendiri dan segera melapor ke kantor polisi terdekat jika menemui kejadian serupa.


"Kami menghimbau kepada masyarakat agar jangan main hakim sendiri. Kalau ada kejadian untuk segera melapor ke kantor polisi terdekat," tandas Satake.(FARID/RENDY)