Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement MGID

 



 


 


src="https://jsc.mgid.com/m/a/matalensanews.com.1538513.js" async>
Selasa, 11 Juni 2024, 12:44:00 AM WIB
Last Updated 2024-06-10T17:44:33Z
BERITA PERISTIWANEWS

Truk Bermuatan Pakan Sapi Terperosok di Lereng Gunung Merapi, Semua Penumpang Selamat

Advertisement


BOYOLALI |MATALENSANEWS.com— Satu unit truk bermuatan empat ton pakan sapi terperosok ke tebing di wilayah lereng Gunung Merapi, tepatnya di Dukuh Doyosari, Desa Lanjaran, Tamansari, Boyolali, Senin (10/6/2024) siang. Kecelakaan tunggal ini dialami truk berpelat nomor AD 9792 SM yang dikemudikan oleh Sigit, warga Karangkendal.


Salah satu kenek truk, Juwandi, melaporkan bahwa ada tiga orang di dalam truk, yaitu satu sopir dan dua kenek, semuanya dalam keadaan selamat. Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 12.00 WIB saat truk melaju dari arah Drajidan, Musuk menuju Lanjaran, Tamansari.


Truk tersebut awalnya melewati jalur menurun, kemudian melintasi jembatan yang menghubungkan dua tanjakan. Ketika truk mulai menanjak, di tengah perjalanan, truk tidak kuat menanjak lebih lanjut. Juwandi berinisiatif untuk mengambil pengganjal ban, tetapi sebelum sempat melakukannya, truk sudah terperosok ke jurang.


“Saya turun [belum sempat ambil ganjal ban], truk sudah nggelondor [masuk jurang],” kata Juwandi.


Sopir dan kenek lainnya yang masih berada di dalam truk ikut terjun ke tebing. Beruntung, truk tidak sampai ke dasar jurang di bawah lokasi kejadian, tetapi terganjal pohon di tebing.


Kanit Gakkum Satlantas Polres Boyolali, Ipda Budi Purnomo, menjelaskan bahwa pengemudi truk, Sigit, adalah warga Karangkendal yang biasanya tidak mengemudikan kendaraan tersebut. Sigit biasanya mengemudi truk ekspedisi. 


Menurut Budi, medan jalan di lokasi kejadian memang naik turun, dan kemungkinan besar sopir yang baru kurang menguasai medan sehingga truk tidak kuat menanjak.


Budi menyatakan bahwa truk tersebut dari arah Boyolali akan menuju Desa Jemowo, Tamansari. “Ini kan jalan tanjakan, diperkirakan karena sopir baru, bukan yang biasanya, ganti, sehingga kurang menguasai medan. Jadi pada saat tanjakan tidak kuat atau kurang persiapan dari bawah,” jelas dia.


Pemilik pakan sapi berupa ampas tahu yang diangkut truk tersebut, Ahmad Fauzan, menjelaskan bahwa truk awalnya bermuatan sekitar tujuh ton. Namun, beberapa ton muatan telah diturunkan sehingga tinggal sekitar 3-4 ton.


“Sopirnya perdana [mengendarai], biasanya bukan yang ini,” kata Ahmad. Pakan ternak yang jatuh di tebing kemudian diangkut menggunakan kendaraan lain. Ampas tahu yang bisa diselamatkan tetap dipakai untuk pakan sapi.


Ahmad mengaku mengalami kerugian sekitar Rp8 juta untuk ampas tahu yang jatuh. Sedangkan untuk kerugian kendaraan, Ahmad mengaku tidak tahu pasti. “Ini ampas tahu dari Karangkendal mau dibawa ke Jemowo,” kata dia.


Kecelakaan ini menjadi pengingat akan pentingnya penguasaan medan bagi sopir, terutama di daerah dengan kondisi jalan yang menantang. Upaya pencegahan dan pelatihan yang tepat bagi sopir baru dapat membantu mengurangi risiko kecelakaan serupa di masa mendatang.(GT)