Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement MGID

 



 


 


src="https://jsc.mgid.com/m/a/matalensanews.com.1538513.js" async>
Jumat, 07 Juni 2024, 12:44:00 PM WIB
Last Updated 2024-06-07T05:44:56Z
BERITA UMUMNEWS

TPPS Taliabu Gelar Rembuk Stunting Dalam Percepatan Penurunan Stunting

Advertisement


TALIABU |MatalensaNews.com – Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Pulau Taliabu melaksanakan kegiatan Aksi 3 rembuk stunting yang merupakan kegiatan lanjutan dari Aksi 1 dan Aksi 2 di Sekretariat Stunting, Kota Bobong, pada Jumat (08/06/2024).


Kegiatan Rembuk Stunting dihadiri Sekretaris Daerah, Asisten Sekda, Kepala Bappeda, Kepala OPD terkait, Instansi Vertikal, Tenaga Ahli P3MD, Satgas Stunting Taliabu, beberapa Camat terkait, beberapa Kepala Desa Lokus Stunting, dan beberapa Kepala Puskesmas.


Wakil Ketua TPPS, Dr. Salim Ganiru yang langsung membuka kegiatan tersebut, menjelaskan bahwa kegiatan rembuk stunting ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam mengatasi masalah stunting yang masih menjadi tantangan besar di Kabupaten Pulau Taliabu.


Sebagai komitmen percepatan penurunan stunting, Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu melaksanakan Aksi 3 (Tiga), yaitu Rembuk Stunting, dari 8 (Delapan) Aksi Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting Terintegrasi sesuai dengan Petunjuk Teknis Pedoman Pelaksanaan Intervensi Penurunan Stunting Terintegrasi Kabupaten/Kota.


"Penanggung jawab aksi ini adalah Bappeda dan Dinas Kesehatan Kabupaten Pulau Taliabu di bawah koordinator Bappeda Kabupaten Pulau Taliabu," kata Sekda


Dr. Salim Ganiru memaparkan bahwa tujuan rembuk stunting adalah membahas hasil analisis situasi dan rancangan rencana kegiatan intervensi penurunan stunting terintegrasi, deklarasi komitmen Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu, serta komitmen publik dalam kegiatan pencegahan dan penurunan stunting terintegrasi.


Sebab, berdasarkan data yang ada, angka stunting di Pulau Taliabu menunjukkan fluktuasi yang signifikan. Pada tahun 2021, angka stunting mencapai 35,5 persen. Angka ini berhasil turun menjadi 23,7 persen pada tahun 2022, mengalami penurunan sebesar 11,8 persen. Namun, pada tahun 2023, angka stunting kembali naik menjadi 30,6 persen, naik 6,9 persen.


"Sehingga diharapkan melalui sinergi yang kuat, permasalahan stunting bisa diatasi dengan lebih efektif dan berkelanjutan. Semua pihak yang hadir berkomitmen untuk bekerja lebih keras dan lebih cerdas dalam mengatasi permasalahan stunting di Pulau Taliabu," pintanya.


Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam upaya penurunan angka stunting semakin meningkat, sehingga target untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Pulau Taliabu dapat tercapai dengan lebih cepat dan tepat. (Jeck)


Sumber" Dinas Kominfo Kabupaten Pulau Taliabu.