Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement MGID

 


Rabu, 03 Juli 2024, 3:10:00 PM WIB
Last Updated 2024-07-03T08:10:38Z
BERITA PERISTIWANEWS

Polisi Bersinergi Lakukan Evakuasi Penemuan Mayat dalam Kondisi Terbakar

Advertisement


Boyolali|MATALENSANEWS.com– Kepolisian Sektor Banyudono, Polres Boyolali segera menindaklanjuti laporan warga Desa Ketaon mengenai penemuan mayat yang diduga melakukan bunuh diri. Korban ditemukan dalam kondisi terbakar di Makam Dukuh Drono, Desa Ketaon, Kabupaten Boyolali, pada Rabu (3/7/2024) pagi.


Informasi dari masyarakat menyebutkan bahwa mayat tersebut ditemukan oleh warga yang sedang melintas di TMP sekitar pukul 07.30 WIB. Korban diketahui bernama Usmanto Bin Harjo Wiyono (60 tahun), asal Dusun Tengah RT 1/4, Desa Sukahaji, Kecamatan Patrol, Indramayu. Selama empat hari terakhir, korban diketahui sedang pulang dan tinggal di rumah adiknya, Sri Muladi (47 tahun), di Dukuh Drono RT 2/1, Ketaon, Banyudono.


Kapolres Boyolali AKBP Petrus Parningotan Silalahi, melalui Kasihumas Polres Boyolali AKP Arif Mudi Prihanto menjelaskan kronologi kejadian. Pada Rabu, 3 Juli 2024, sekitar pukul 06.30 WIB, saksi pertama, Khusnul Qotimah, yang hendak mengantar ibunya ke Pasar Ketaon, melihat mayat di pemakaman tersebut. Sekembalinya dari pasar, Khusnul segera memanggil ayahnya, Tugiyo, untuk memastikan keberadaan mayat tersebut. Mereka kemudian menghubungi warga sekitar dan Polsek Banyudono.



Menurut Sri Muladi, korban telah lama tinggal di Indramayu, Jawa Barat, dan pulang ke kampungnya di Dukuh Drono sekitar empat hari lalu dengan sepeda motor Honda Supra bernomor polisi E 2706 QAD. Selama tinggal di rumah adiknya, korban mengalami sakit muntah-muntah yang diduga akibat masuk angin karena perjalanan jauh. Seorang mantri kesehatan desa setempat telah memeriksa korban dan memberikan obat. Selama tinggal di Ketaon, korban banyak diam dan tidak banyak bercerita mengenai permasalahannya.


AKP Arif menyampaikan bahwa dari olah tempat kejadian perkara (TKP), ditemukan beberapa barang bukti, antara lain: buku surat Yasin, sandal, korek api gas, botol Aqua 1,5 liter berisi bekas bensin, dan surat wasiat yang bertuliskan:

"Assalamualaikum, bapak Kulo badhe nyusul panjenengan selamat tinggal buat cucu terkasih, tersayang di Sukahaji Patroli Indramayu Jawa Barat. Terima kasih keluarga di sini semua, saya yang sudah banyak merepotkan kalian, maafkanlah atas kesalahan dosa saya selama ini, wassalam."


Kepolisian Polsek Banyudono bersama tim INAFIS dan petugas kesehatan dari Puskesmas Banyudono segera melakukan pengamanan dan olah TKP, kemudian mengevakuasi korban ke RSU Pandanaran Boyolali untuk proses penyucian. Keluarga korban menerima kejadian tersebut, dan korban dimakamkan di dekat Drono, Ketaon, Banyudono.


Penemuan ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian untuk mengungkap motif dan detail kejadian.(GT)