Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement MGID

Senin, 12 Januari 2026, 12:17:00 PM WIB
Last Updated 2026-01-12T05:17:22Z
BERITA UMUMNEWS

Diterjang Ombak Laut, Akses Jalan ke Dukuh Tambaksari Bedono Demak Putus, 13 KK Terisolasi

Advertisement


Laporan : Aris Yanto 


DEMAK|MatalensaNews.com — Jalan umum menuju Dukuh Tambaksari RT 01 RW 04, Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, rusak parah akibat diterjang ombak laut dan cuaca ekstrem. Akibatnya, akses darat satu-satunya menuju permukiman warga terputus dan tidak dapat dilalui selama lebih dari sepekan.


Kepala Dusun Tambaksari, Khumaidi, mengatakan kerusakan jalan dipicu oleh angin kencang yang disertai gelombang laut tinggi. Ombak terus menerjang badan jalan hingga merusak struktur cor dan batuan penahan, bahkan sebagian badan jalan terputus dan tertutup air laut.


“Cuaca ekstrem dan angin kencang disertai ombak laut di Desa Bedono ini membuat jalan rusak parah sampai tidak bisa dilewati,” ujar Khumaidi, Minggu (11/1/2026).


Jalan sepanjang kurang lebih satu kilometer dengan lebar sekitar tiga meter tersebut merupakan akses darat satu-satunya bagi warga untuk menuju rumah, tempat ibadah, hingga jalur menuju sekolah. Putusnya jalan membuat aktivitas warga lumpuh total.


Sebenarnya, terdapat akses alternatif melalui jalur laut menggunakan perahu. Namun, cuaca buruk dan gelombang tinggi membuat warga enggan mengambil risiko demi keselamatan.


Akibat kondisi tersebut, sebanyak 13 kepala keluarga (KK) di Dukuh Tambaksari kini terisolasi. Warga tidak dapat beraktivitas seperti biasa. Hanya para laki-laki atau kepala keluarga yang nekat menerobos genangan air laut dengan berjalan kaki menuju daratan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.


“Sudah sekitar satu minggu jalan tidak bisa dilewati. Yang berani hanya bapak-bapak, itu pun harus basah kena air laut untuk belanja kebutuhan,” jelas Khumaidi.


Pantauan di lokasi, kondisi jalan yang sebelumnya diperkuat dengan tancapan bambu di sisi kiri dan kanan kini tampak hancur. Pecahan batu, cor, dan material padas berserakan, sementara sebagian badan jalan hilang tergerus air laut.


Situasi ini juga berdampak langsung pada dunia pendidikan. Selama akses jalan terputus, anak-anak terpaksa tidak berangkat sekolah karena dinilai membahayakan keselamatan.


“Daripada memaksa, malah berbahaya. Akhirnya anak-anak libur sekolah karena akses tidak memungkinkan,” katanya.


Khumaidi berharap pemerintah daerah segera turun tangan memberikan bantuan dan melakukan perbaikan jalan agar aktivitas warga kembali normal. Ia juga mengaku belum mengetahui adanya tawaran relokasi dari pemerintah, meski wilayah tersebut berada di kawasan rawan bencana dan terus dikepung air laut.