Advertisement
![]() |
| Gambar ilustrasi gedung KPK |
JAKARTA|MatalensaNews.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan alasan pemeriksaan Bupati Pati Sudewo dilakukan di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, bukan di wilayah Pati. KPK menyebut pemilihan lokasi tersebut merupakan bagian dari strategi teknis agar pemeriksaan berjalan efektif.
“Ini teknis strategi pemeriksaan saja oleh teman-teman di lapangan,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa.
Saat dikonfirmasi apakah pemilihan lokasi pemeriksaan di Kudus berkaitan dengan adanya desakan atau tekanan dari warga Pati terhadap Sudewo, Budi menegaskan bahwa hal tersebut murni menjadi pertimbangan teknis tim penyidik.
“Tentu pemilihan tempat untuk melakukan pemeriksaan itu pertimbangan tim di lapangan, supaya pemeriksaan juga bisa berjalan atau berlangsung secara efektif, karena memang pihak-pihak yang dilakukan pemeriksaan itu ada beberapa,” jelasnya.
Sementara terkait lokasi penangkapan Sudewo, apakah dilakukan di Pati atau Kudus, Budi mengatakan pihaknya akan menyampaikan secara resmi dalam konferensi pers.
“Detail penangkapannya di mana, kronologinya seperti apa, nanti kami akan sampaikan dalam konferensi pers,” katanya.
Saat ini, Sudewo bersama tujuh orang lainnya yang terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) telah tiba di Gedung Merah Putih KPK untuk menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik lembaga antirasuah.
Diketahui, KPK telah melakukan beberapa OTT sejak awal tahun 2026. OTT pertama dilakukan pada 9–10 Januari 2026 dengan menangkap delapan orang. Pada 11 Januari 2026, KPK mengungkap OTT tersebut terkait dugaan suap pemeriksaan pajak di lingkungan Kantor Pelayanan Pajak Madya Jakarta Utara, Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, periode 2021–2026.
OTT kedua dilakukan pada 19 Januari 2026 di Kota Madiun, Jawa Timur. Dalam operasi tersebut, KPK menangkap Wali Kota Madiun Maidi bersama 14 orang lainnya terkait dugaan korupsi proyek serta dana tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan (CSR).
Pada hari yang sama, KPK juga mengonfirmasi OTT ketiga tahun 2026 di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, dengan menangkap Bupati Pati Sudewo. Operasi tersebut berkaitan dengan dugaan korupsi dalam pengisian jabatan perangkat desa di wilayah Kabupaten Pati.(Red/R1)

