Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement MGID

Senin, 19 Januari 2026, 11:35:00 PM WIB
Last Updated 2026-01-19T16:35:50Z
NEWSRegional

Puluhan Sekolah di Demak Masih Terendam Banjir, Pembelajaran Dialihkan ke PJJ

Advertisement


Laporan : Rendy


DEMAK |MatalensaNews.com— Puluhan sekolah di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, masih terendam banjir hingga Senin (19/1/2026). Kondisi tersebut menyebabkan sebagian satuan pendidikan terpaksa menghentikan pembelajaran tatap muka dan mengalihkan proses belajar mengajar ke pembelajaran jarak jauh (PJJ).


Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Demak, Haris Wahyudi Ridwan, membenarkan bahwa banjir masih merendam sejumlah sekolah di beberapa wilayah. Menurutnya, kebijakan pembelajaran disesuaikan dengan kondisi di lapangan demi keselamatan peserta didik.


“Bila tidak memungkinkan untuk pembelajaran tatap muka, maka dilakukan pembelajaran jarak jauh, PJJ online atau pemberian tugas kepada siswa,” kata Haris melalui pesan tertulis, Senin (19/1/2026).


Haris menambahkan, salah satu sekolah yang mengajukan perpanjangan PJJ adalah SMP Negeri 3 Bonang. Sekolah tersebut meminta perpanjangan pelaksanaan PJJ selama tiga hari, terhitung mulai 19 hingga 21 Januari 2026.


Selain jenjang SMP, banjir juga berdampak pada sekolah dasar. Haris merinci, terdapat 17 sekolah dasar (SD) yang terendam banjir. Dari jumlah tersebut, enam SD melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara daring.


“SD Negeri Bakung 2 Mijen banjir di halaman sekolah sekitar 50 sentimeter, masih melakukan pembelajaran tatap muka. Sementara SD Negeri Sayung 1, banjir di halaman mencapai 100 sentimeter sehingga melaksanakan pembelajaran daring lebih dari tiga hari,” jelasnya.


Pantauan di Taman Kanak-kanak (TK) Bina Putra 1, Desa Wonorejo, hingga Senin (19/1/2026), tidak terlihat aktivitas belajar mengajar. Halaman sekolah terendam banjir setinggi lutut orang dewasa, sehingga tidak memungkinkan digunakan untuk kegiatan sekolah.


Sebelumnya, Kepala TK Bina Putra 1, Siti Alfiah, menyampaikan bahwa pihak sekolah terpaksa meliburkan siswa dan mengalihkan pembelajaran ke rumah akibat banjir yang telah berlangsung selama beberapa hari.


“Iya, terpaksa diliburkan, tapi kami masih memantau keadaan anak-anak seperti apa,” ujar Siti saat ditemui di lokasi, Selasa (12/1/2026).


Ia menjelaskan, keputusan meliburkan siswa diambil karena ketinggian banjir mencapai 30 hingga 50 sentimeter, yang dinilai berisiko membahayakan keselamatan anak-anak serta menyulitkan akses keluar masuk ke lingkungan sekolah.