Advertisement
Laporan : Rendy
DEMAK|MatalensaNews.com — Produsen ban global Sailun Group resmi mengoperasikan fasilitas manufaktur barunya di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Kehadiran pabrik ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat ekspansi di Asia Tenggara sekaligus menjadikan Indonesia sebagai basis produksi regional.
Direktur Sales & Marketing PT Sailun Tire Indonesia, Eko Supriyatin, mengatakan beroperasinya pabrik Sailun di Indonesia menandai komitmen perusahaan dalam membangun ekosistem industri ban yang terintegrasi dan berbasis lokal.
“Dengan beroperasinya basis manufaktur Sailun di Indonesia, kami membangun ekosistem produk dan layanan yang lengkap, mulai dari PCR, TBR, OTR, hingga TUBE dan FLAP, yang berakar pada semangat Made in Indonesia,” ujar Eko dalam keterangannya, Senin (19/1/2026).
Ia menegaskan, kehadiran pabrik di Indonesia tidak hanya memperluas kapasitas produksi Sailun secara global, tetapi juga meningkatkan kemampuan perusahaan dalam menyediakan produk dan layanan yang lebih lokal, responsif, dan terintegrasi bagi para mitra bisnis.
Fasilitas manufaktur yang dikelola oleh PT Sailun Manufacturing Indonesia tersebut dibangun dengan nilai investasi mencapai US$ 251,44 juta. Pabrik ini akan memproduksi berbagai jenis ban radial, meliputi ban kendaraan penumpang (Passenger Car Radial/PCR), bus dan truk (Truck and Bus Radial/TBR), serta alat berat (Off-The-Road/OTR), dengan orientasi pasar domestik dan ekspor.
Pada tahap awal operasional, kapasitas produksi tahunan ditargetkan mencapai 3,6 juta unit ban PCR, 600.000 unit ban TBR, serta 37.000 ton ban OTR. Selain memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri, fasilitas ini juga diproyeksikan menjadi hub ekspor Sailun ke kawasan Asia Pasifik.
Langkah Sailun membangun basis produksi di Indonesia sejalan dengan strategi jangka panjang perusahaan untuk mendekatkan aktivitas manufaktur ke pasar-pasar dengan pertumbuhan tinggi. Asia Tenggara dinilai memiliki potensi permintaan yang kuat, baik untuk segmen kendaraan penumpang, kendaraan niaga, maupun kebutuhan industri khusus.
Didirikan pada 2002, Sailun Group saat ini menempati peringkat ke-10 produsen ban terbesar dunia berdasarkan laporan Tire Press 2024, serta berada di posisi ke-11 merek ban paling bernilai global versi Brand Finance 2023. Sailun mengoperasikan sembilan fasilitas manufaktur dan empat pusat riset serta pengembangan di Asia, Eropa, dan Amerika Utara, dengan jaringan distribusi yang menjangkau lebih dari 180 negara.
Pertumbuhan bisnis Sailun tercermin dari peningkatan penjualan global yang signifikan, dari US$ 296 juta pada 2008 menjadi sekitar US$ 3 miliar pada 2022. Saat ini, perusahaan memiliki lebih dari 1.500 varian produk ban yang mencakup segmen kendaraan penumpang, kendaraan niaga, hingga aplikasi khusus seperti pertambangan, kehutanan, dan pertanian.
Selain sebagai pusat produksi, kehadiran Sailun di Indonesia juga diarahkan untuk membangun ekosistem distribusi dan layanan purna jual berskala nasional. Melalui PT Sailun Tire Indonesia dan dukungan mitra lokal, Sailun memperkuat jaringan distribusi guna memastikan ketersediaan produk, efisiensi pengiriman, serta layanan purna jual yang kompetitif.
Peresmian operasional pabrik ini sekaligus menandai dimulainya babak baru ekspansi Sailun di Asia Tenggara, yang dirayakan melalui agenda Smart Manufacturing · Shared Success – Sailun Group Partners Conference. Dengan investasi, teknologi, dan strategi yang terintegrasi, Sailun optimistis dapat berkontribusi pada penguatan industri ban nasional serta meningkatkan posisi Indonesia dalam rantai pasok otomotif global.

