Advertisement
DEMAK|MatalensaNews.com-Sudah empat minggu atau hampir satu bulan berlalu, banjir yang merendam Desa Sayung, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, tak kunjung surut sepenuhnya. Kondisi ini membuat ratusan warga terdampak semakin kesulitan memenuhi kebutuhan pokok, termasuk perlengkapan sekolah bagi anak-anak mereka.
Minimnya bantuan yang masuk menyebabkan setiap bantuan yang datang menjadi rebutan warga. Situasi tersebut terlihat jelas saat jajaran Polres Demak bersama Bhayangkari menggelar bakti sosial di Dukuh Lengkong, Desa Sayung, Rabu (28/1/2026) siang.
Tanpa komando, ratusan warga mulai dari orang tua hingga anak-anak langsung menyerbu bantuan yang dibagikan petugas. Antusiasme bercampur kepanikan tampak di tengah genangan air yang masih merendam permukiman.
Pemandangan mengharukan terjadi ketika sejumlah anak-anak turut berdesakan di tengah kerumunan. Bukan mencari makanan, mereka justru berebut bantuan berupa buku tulis, tas, dan perlengkapan sekolah lainnya yang rusak akibat banjir.
Amel, siswa kelas 4 sekolah dasar, mengaku terpaksa ikut berebut bantuan karena sebagian besar buku sekolahnya rusak dan basah terendam air.
“Ikut berebut bantuan buku karena buku saya banyak yang rusak dan basah. Ini buat sekolah pagi, sama buat sekolah Arab (mengaji) kalau sore,” ujar Amel polos.
Kondisi memprihatinkan juga diungkapkan Suwarti, warga Dukuh Lengkong. Ia menuturkan rumahnya telah terendam banjir selama satu bulan penuh. Meski air sempat surut, genangan kembali meningkat setiap kali hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
“Sudah satu bulan banjirnya. Sempat surut, tetapi kalau hujan deras banjir lagi. Kemarin sempat se-paha, sekarang tinggal 50 sentimeter. Mau mengungsi juga bingung ke mana. Penginnya ya cepat surut dan jalanannya bagus lagi,” keluh Suwarti.
Dalam kegiatan bakti sosial tersebut, Polres Demak tidak hanya membagikan peralatan sekolah, tetapi juga paket sembako, popok bayi (pampers), serta susu untuk membantu kebutuhan gizi warga terdampak.
Kabag Ops Polres Demak, Kompol Warsito, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian kepolisian terhadap warga Desa Sayung yang sudah berminggu-minggu bertahan hidup di tengah kepungan banjir.
“Kami dari Polres Demak dan Bhayangkari melakukan bakti sosial untuk meringankan beban warga yang terdampak banjir akibat tingginya curah hujan di Desa Sayung. Ada tas sekolah, sembako, pampers, susu, hingga buku tulis yang kami bagikan,” jelas Kompol Warsito di lokasi.
Banjir di Desa Sayung dikenal sulit surut. Secara geografis, wilayah ini berada di daerah cekungan yang menyebabkan air tertahan dalam waktu lama. Selain faktor alam, buruknya sistem drainase juga memperparah kondisi.
Meski pemerintah setempat telah melakukan upaya pompanisasi, tingginya curah hujan membuat volume air kembali meningkat sebelum genangan lama sempat benar-benar kering.
Hingga kini, warga hanya bisa berharap adanya solusi permanen dari pemerintah, terutama perbaikan sistem drainase dan infrastruktur jalan, agar Desa Sayung tidak terus menjadi langganan banjir setiap tahunnya.(Rendy/Aris Yanto)

