Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement MGID

Jumat, 27 Februari 2026, 11:30:00 AM WIB
Last Updated 2026-02-27T04:30:07Z
INVESTIGASINEWS

Anggaran Dicairkan 100 Persen, Proyek RKB SMP Fathurrahman Halsel Masih Terbengkalai

Advertisement


HALMAHERA SELATAN | MatalensaNews.com– Proyek pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) beserta perabotnya di SMP Fathurrahman, Desa Kurunga, Kecamatan Kepulauan Joronga, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara, menjadi sorotan publik.


Berdasarkan informasi pada sistem aplikasi Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan, pekerjaan tersebut berada pada Satuan Kerja Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Selatan dengan nilai pagu anggaran sebesar Rp275.000.000,00 dan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) Rp274.917.516,27.


Proyek yang mulai dilaksanakan pada Agustus 2025 itu bertujuan untuk menambah sarana fisik sekolah di wilayah kepulauan. Namun hingga memasuki awal 2026, pembangunan dua ruang kelas baru tersebut dilaporkan belum rampung dan terpantau masih terbengkalai di lapangan.


Kadis Sebut Proyek Sudah Selesai dan Dicairkan 100 Persen


Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Selatan, Siti Khodijah, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp awalnya menyatakan akan mengecek informasi tersebut.


“Baik, saya cek dulu ya,” ujarnya singkat.


Namun kemudian ia menegaskan bahwa berdasarkan laporan tim PHO (Provisional Hand Over), pekerjaan telah selesai pada akhir November 2025 dan anggaran sudah dicairkan 100 persen.


“Setelah saya cek di tim PHO, semua sudah selesai akhir November, dan pencairan sudah 100 persen. RAB tidak ada aliran listrik karena disesuaikan dengan pagu anggaran yang ada,” jelasnya.


Ia juga mengingatkan agar media melakukan konfirmasi sebelum mempublikasikan berita agar informasi yang disampaikan tidak bias.


“Jadi sebaiknya sebelum memuat berita, ada baiknya konfirmasi lebih dulu agar tidak bias. Akan menjadi informasi yang lebih bernilai jika memang informasi itu benar sesuai fungsi media untuk masyarakat. Namun, jika mengarang saja maka media apa pun tidak bernilai apa-apa di mata masyarakat,” tegasnya.


Fakta Lapangan dan Sorotan Transparansi


Meski demikian, hasil pantauan wartawan di lokasi proyek pada Kamis (26/02/2026) menunjukkan bangunan dua ruang kelas baru tersebut masih belum sepenuhnya rampung. Sejumlah bagian pekerjaan dinilai belum tuntas.


Salah satu pekerja yang enggan disebutkan namanya menyebut keterlambatan dipengaruhi faktor cuaca.


“Proyek ini bisa selesai tergantung cuaca,” ujarnya.


Namun alasan tersebut menimbulkan pertanyaan publik. Pasalnya, proyek pemerintah semestinya direncanakan dengan memperhitungkan kondisi geografis dan iklim wilayah, termasuk daerah kepulauan seperti Kepulauan Joronga.


Selain itu, di lokasi proyek juga tidak terlihat papan informasi kegiatan. Padahal, pemasangan papan proyek merupakan bagian dari prinsip transparansi penggunaan anggaran negara.


Proyek ini diduga bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2025 dengan nilai ratusan juta rupiah. Jika benar demikian, masyarakat berhak mengetahui secara jelas detail anggaran, pelaksana kegiatan, serta target penyelesaiannya.


Bangunan yang seharusnya menjadi ruang belajar bagi generasi muda di Desa Kurunga kini justru menjadi sorotan terkait pengawasan dan pengelolaan anggaran. Publik pun menantikan klarifikasi lanjutan serta langkah konkret dari instansi terkait guna memastikan kualitas dan akuntabilitas proyek tersebut.(Red/Jack)