Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement MGID

Senin, 16 Februari 2026, 10:56:00 PM WIB
Last Updated 2026-02-16T15:56:07Z
BERITA PERISTIWANEWS

Tanggul Sungai Tuntang Jebol di Kebonagung, Jalur Semarang–Purwodadi Putus Total

Advertisement


Laporan : Farid


DEMAK| MatalensaNews.com – Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Demak dan sekitarnya sejak dini hari mengakibatkan debit air Sungai Tuntang meningkat tajam. Akibatnya, tanggul sungai di Dusun Wareng, Desa Kebonagung, Kecamatan Kebonagung, jebol pada Senin (16/2/2026).


Informasi yang dihimpun di lokasi menyebutkan, titik tanggul yang jebol diperkirakan mencapai lebar belasan meter. Derasnya arus air dari lokasi jebolan langsung meluap ke permukiman warga dan merendam akses jalan utama.


Dampak paling signifikan terjadi pada jalur provinsi penghubung Semarang–Purwodadi (Grobogan). Jalan raya Mintreng, Kebonagung, yang menjadi akses vital antarwilayah tersebut terputus total akibat genangan air dengan arus deras yang melintasi badan jalan.


Sejumlah kendaraan dilaporkan tidak dapat melintas karena kondisi arus yang dinilai membahayakan keselamatan. Aparat kepolisian setempat segera melakukan rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan kendaraan ke jalur alternatif, baik dari arah Semarang menuju Purwodadi maupun sebaliknya.


Selain memutus akses transportasi, luapan air juga masuk ke permukiman warga di sekitar Dusun Wareng. Warga tampak berupaya menyelamatkan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi guna mengantisipasi kenaikan debit air susulan.


Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak bersama instansi terkait dilaporkan tengah menuju lokasi untuk melakukan kaji cepat serta menyiapkan langkah-langkah penanganan darurat. Namun, upaya awal penanganan masih terkendala derasnya arus di titik tanggul yang jebol.


Kondisi cuaca ekstrem di wilayah Jawa Tengah dalam beberapa hari terakhir juga memicu kejadian serupa di sejumlah daerah. Di Kabupaten Grobogan, dilaporkan tanggul Sungai Jajar turut jebol dan menyebabkan banjir yang merendam belasan desa.


Pemerintah dan aparat terkait mengimbau warga yang tinggal di sepanjang aliran Sungai Tuntang untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi peningkatan debit air, terutama jika curah hujan tinggi kembali terjadi.(*)