Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement MGID

Kamis, 19 Februari 2026, 10:40:00 PM WIB
Last Updated 2026-02-19T15:40:41Z
BERITA UMUMNEWS

Wagub Jateng Pastikan Penutupan Tanggul Sungai Tuntang Rampung Tiga Hari

Advertisement


Laporan : Rendy/Farid


DEMAK|MatalensaNews.com – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen memastikan penutupan tanggul Sungai Tuntang yang jebol di Desa Kebonagung, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak, berbatasan dengan Desa Tinanding, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, dapat dipercepat dan ditargetkan selesai dalam tiga hari ke depan.


“Kemarin Pak Gubernur sudah menginstruksikan. Saya ingin memastikan pekerjaan dijalankan. Alhamdulillah, tinggal 2–3 hari lagi tanggulnya selesai,” ujar Taj Yasin saat meninjau langsung progres perbaikan, Rabu (18/2).


Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut setelah sebelumnya Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, juga melakukan peninjauan untuk memastikan penanganan darurat berjalan optimal.


Selain fokus pada perbaikan titik tanggul yang jebol, Taj Yasin meminta pemerintah desa dan masyarakat turut aktif memantau kondisi tanggul di sepanjang aliran Sungai Tuntang. Menurutnya, banyak bagian tanggul yang memerlukan perawatan rutin agar tidak memicu risiko baru saat curah hujan tinggi.


“Kalau ada yang membahayakan, segera dilaporkan ke kami. Nanti kami koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), supaya saat hujan tinggi, air susulan tidak mengakibatkan jebol lagi,” tegasnya.


Ia menambahkan, penanganan kali ini tidak hanya berfokus pada titik kerusakan, tetapi juga langkah antisipatif di seluruh bentang tanggul.


“Saat ini kita tidak hanya menangani yang jebol, tetapi juga sepanjang tanggul Kali Tuntang akan kita antisipasi semuanya,” ujarnya.


Terkait kondisi warga terdampak, Taj Yasin memastikan kebutuhan logistik relatif aman.


Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Alam (OP SDA) IV BBWS Pemali Juana, Heri Santoso, menyebutkan pihaknya telah memobilisasi sembilan alat berat untuk mempercepat penutupan tanggul di dua titik jebol.


“Per hari ini (18/2) kami memobilisasi sembilan alat berat di dua lokasi. Titik pertama sekitar lima alat, terdiri satu dozer dan empat ekskavator. Titik kedua empat ekskavator. Kami juga menambah satu alat kecil untuk normalisasi saluran irigasi di kaki tanggul,” jelasnya.


Menurut Heri, target penutupan tanggul diproyeksikan selesai dalam tiga hari. Setelah itu akan dilanjutkan penguatan tanggul selama tujuh hari.


“Insya Allah hari Jumat (20/2) selesai penutupan, setelah itu dilakukan penguatan dengan bronjong,” ujarnya.


BBWS juga terus melakukan pengawasan debit air mengingat kondisi cuaca masih tergolong ekstrem. Pengendalian aliran Sungai Tuntang dilakukan melalui titik kontrol sesuai prosedur operasional standar (SOP).


“Untuk Sungai Tuntang ada dua titik kontrol poin, salah satunya di Bendung Gelapan. Debit air yang masuk berasal dari Bancak maupun Rawapening. Rawapening bisa ditutup sementara, tetapi debit terbesar sebenarnya dari Bancak, yang belum memiliki kontrol poin buka-tutup debit,” terangnya.


Sebagai informasi, tanggul Sungai Tuntang jebol pada Senin (16/2) sore. Peristiwa tersebut mengakibatkan jalur provinsi Semarang–Grobogan terputus, bahkan beton cor sepanjang kurang lebih 25 meter ikut terbawa arus air deras.