Advertisement
Laporan : Aris Yanto/Rendy
DEMAK|MATALENSANEWS.COM– Sebuah alat berat berupa launcher gantry di proyek pembangunan Jalan Tol Semarang–Demak segmen Kaligawe, Kota Semarang, Jawa Tengah, roboh saat hujan deras disertai angin kencang pada Rabu (4/3/2026) sekitar pukul 17.09 WIB. Peristiwa tersebut sempat viral di media sosial setelah video kejadian beredar luas.
Berdasarkan data dari Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang, kecepatan angin saat kejadian tercatat mencapai 38 knot atau sekitar 70,37 kilometer per jam, yang diduga menjadi penyebab utama robohnya alat berat tersebut.
Kepala Satuan Kerja (Satker) Pembangunan Jalan Tol Semarang–Demak, Wandi Saputra, memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Saat kejadian, launcher gantry diketahui sedang tidak beroperasi sehingga tidak ada pekerja yang berada di atas alat.
“Serta melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap struktur yang terdampak,” ujar Wandi saat dikonfirmasi, Jumat (6/3/2026).
Ia menjelaskan, akibat kejadian tersebut launcher gantry mengalami deformasi permanen yang diperkirakan menyebabkan kerusakan berat. Selain itu, satu unit crane mengalami kerusakan ringan, sementara genset mengalami kerusakan berat.
Pada bagian struktur permanen, pihak proyek juga menemukan adanya chipping atau guguran beton pada PCU girder akibat benturan struktur launcher saat roboh.
Untuk memastikan kondisi konstruksi tetap aman, tim teknis akan melakukan pengujian menggunakan metode Non Destructive Test (NDT). Pengujian ini bertujuan mendeteksi kemungkinan adanya retak mikro pada struktur yang terdampak.
Sebagai langkah penanganan awal, pihak proyek langsung melakukan pengamanan area kejadian serta menghentikan sementara seluruh aktivitas erection hingga proses audit keselamatan selesai dilaksanakan.
Selain itu, audit forensik struktur juga akan dilakukan terhadap sejumlah elemen bangunan yang terdampak insiden tersebut.
Wandi mengakui kejadian ini sedikit memengaruhi jadwal pelaksanaan proyek. Namun pihaknya menegaskan bahwa evaluasi menyeluruh terus dilakukan guna memastikan keselamatan kerja serta kondisi struktur bangunan elevated bridge pada proyek tol tetap aman.
“Saat ini kami masih melakukan evaluasi menyeluruh untuk memastikan keselamatan kerja dan kondisi struktur tetap aman,” pungkasnya.

