Advertisement
Demak |MATALENSANEWS.com– Tragedi ledakan petasan yang menewaskan seorang bocah warga Desa Dempet, Kabupaten Demak, saat malam Lebaran lalu menggugah empati keluarga besar Polres Demak. Peristiwa nahas tersebut terjadi di Jalan Raya Dempet–Godong pada Jumat (20/3/2026).
Korban berinisial AAA (12) meninggal dunia setelah mengalami luka berat akibat ledakan petasan saat mengikuti kegiatan takbir keliling bersama teman-temannya. Berdasarkan keterangan saksi, korban sempat berpisah dari rombongan sebelum akhirnya nekat menyalakan petasan dengan cara dipegang langsung.
Ledakan yang terjadi membuat korban terpental dan terjatuh. Dalam kondisi luka parah, korban sempat mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Dempet sebelum dirujuk ke RSUD Sunan Kalijaga Demak. Namun, pada keesokan harinya korban dinyatakan meninggal dunia akibat luka berat di bagian kepala.
Duka mendalam yang dialami keluarga korban mendapat perhatian dari Kapolres Demak, AKBP Arrizal Samelino. Bersama Pejabat Utama Polres Demak, ia mengunjungi rumah duka di Desa Dempet pada Selasa (24/3/2026).
“Atas nama Kapolres Demak, kami turut berduka cita sedalam-dalamnya atas meninggalnya ananda AAA akibat ledakan petasan,” ujar AKBP Samelino saat menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.
Ia menegaskan bahwa kejadian ini menjadi perhatian serius pihak kepolisian dan akan segera dibahas dalam rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Demak.
Menurutnya, pembahasan bersama Forkopimda bertujuan untuk menyamakan langkah dalam memberantas peredaran petasan di wilayah Demak agar kejadian serupa tidak terulang.
“Ke depan, kami akan memperketat pengawasan serta melakukan razia dan penindakan terhadap peredaran petasan agar tidak kembali menimbulkan korban jiwa,” tegasnya.
Selain fokus pada penertiban petasan, Polres Demak juga akan menindak penggunaan sound system berlebihan atau sound horeg yang dinilai mengganggu ketertiban masyarakat, khususnya saat malam takbiran.
Dalam kunjungan tersebut, Kapolres Demak turut memberikan santunan kepada keluarga korban sebagai bentuk kepedulian.
Sementara itu, pihak keluarga korban berharap kejadian tragis ini menjadi yang terakhir. Mereka meminta aparat bertindak tegas dalam memberantas peredaran petasan berbahaya yang tidak hanya mengancam keselamatan, tetapi juga meninggalkan trauma mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.(Rendy)

