Advertisement
![]() |
| Gambar : ilustrasi |
SALATIGA | MATALENSANEWS.COM – Kritik pedas dilontarkan Lembaga ELBEHA Barometer terhadap Direktur Utama PDAM Kota Salatiga yang disebut belum juga masuk kerja meski masa cuti Lebaran telah berakhir. Sikap tersebut dinilai sebagai sinyal buruk dari seorang pimpinan yang seharusnya memberi contoh.
Ketua ELBEHA Barometer, Sri Hartono, tak menahan nada nyinyirnya. Ia menyebut ketidakhadiran direktur di hari pertama kerja sebagai bentuk “cedera” terhadap amanah publik.
“Dia itu digaji dari uang masyarakat, harusnya disiplin dong. Ini baru sebentar menjabat sudah begitu. Direktur utama itu nahkoda, mosok memberi contoh kurang baik,” ujar Sri Hartono, Rabu (25/3/2026).
Menurutnya, informasi yang dihimpun dari sumber internal menyebutkan sang direktur tidak tampak di kantor saat momen awal masuk kerja pasca cuti. Padahal, tradisi halal bihalal biasanya menjadi ajang penting untuk mempererat kebersamaan internal.
“Biasanya hari pertama masuk kerja ada halal bihalal dengan seluruh pegawai PDAM. Tapi ini justru tidak kelihatan. Malah informasinya baru masuk hari Senin,” kata dia, mengutip sumber yang enggan disebutkan namanya.
Situasi ini memicu tanda tanya besar. Di tengah tuntutan pelayanan publik yang tak boleh kendor, justru pucuk pimpinan dinilai memberi contoh yang jauh dari kata disiplin.
Sri Hartono pun mendesak Wali Kota Salatiga dan DPRD setempat untuk tidak tutup mata. Ia meminta ada evaluasi serius terhadap kinerja Direktur PDAM tersebut.
“Kalau pemimpinnya saja longgar, bagaimana bawahannya? Ini bukan soal sepele, ini soal etika dan tanggung jawab,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, Direktur Utama PDAM Kota Salatiga belum memberikan klarifikasi terkait ketidakhadirannya. Situasi ini semakin memperkuat kesan publik: jabatan strategis, tapi komitmen dipertanyakan.(TRI)

