Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement MGID

Selasa, 17 Maret 2026, 4:52:00 PM WIB
Last Updated 2026-03-17T09:52:18Z
BERITA PERISTIWANEWS

Geger Penemuan Orok Bayi Perempuan di Bawah Jembatan Leyangan, Polisi Lakukan Penyelidikan

Advertisement


Laporan : TRI


Kab.Semarang|MATALENSANEWS.COM – Warga Dusun Jetis, Desa Leyangan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, digegerkan dengan penemuan orok bayi berjenis kelamin perempuan di bawah jembatan pada Senin (16/3/2026) pagi.


Orok bayi tersebut ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia. Saat ditemukan, jasad bayi terbungkus kain pel dan dimasukkan ke dalam kaleng bekas roti di area aliran sungai.


Kapolsek Ungaran Barat, Sugiyarta, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 10.13 WIB oleh sejumlah anak yang tengah bermain di sekitar lokasi.


“Awalnya anak-anak melihat sebuah bungkusan mencurigakan di aliran sungai. Setelah dibuka, ternyata berisi kaleng bekas roti yang di dalamnya terdapat orok bayi,” ungkapnya di lokasi kejadian.


Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada warga sekitar, yakni Restu Handayani (34). Selanjutnya, bersama tetangganya Moh Roni (61), mereka mendatangi lokasi untuk memastikan isi bungkusan tersebut. Setelah diperiksa, diketahui bahwa bungkusan itu berisi orok bayi perempuan yang telah meninggal dunia.


Peristiwa tersebut segera dilaporkan ke Polsek Ungaran Barat. Mendapat laporan, petugas bersama unit Reskrim dan SPKT langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).


Polisi juga berkoordinasi dengan Tim Inafis Satreskrim Polres Semarang serta tenaga medis guna melakukan pemeriksaan awal terhadap korban.


“Setelah menerima laporan dari masyarakat, kami bersama tim langsung menuju lokasi untuk melakukan olah TKP serta berkoordinasi dengan Tim Inafis Polres Semarang dan tenaga medis guna memastikan kondisi korban,” tambah Sugiyarta.


Dari hasil pemeriksaan medis awal oleh dokter Aam Amaliaya bersama bidan Desa Jetis, diketahui bahwa bayi tersebut berjenis kelamin perempuan dengan usia kandungan diperkirakan 7 hingga 8 bulan dan berat sekitar 2 kilogram.


“Berdasarkan pemeriksaan awal, korban diduga meninggal dunia akibat lahir dalam kondisi prematur. Diperkirakan bayi tersebut telah meninggal sekitar empat jam sebelum ditemukan warga,” jelasnya.


Selanjutnya, petugas mengevakuasi jenazah bayi ke RS Bhayangkara untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut guna kepentingan penyelidikan.


Hingga kini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku yang diduga membuang bayi tersebut.


“Kami masih mengumpulkan keterangan dari para saksi serta petunjuk di sekitar lokasi untuk mengungkap siapa yang bertanggung jawab atas peristiwa ini,” pungkasnya.


Polisi juga mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait kejadian tersebut agar segera melaporkannya kepada pihak berwajib guna membantu proses penyelidikan.