Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement MGID

Selasa, 03 Maret 2026, 4:04:00 PM WIB
Last Updated 2026-03-03T09:04:01Z
Luar NegeriNEWS

Iran Tutup Total Selat Hormuz, Ancam Bakar Kapal yang Melintas

Advertisement


TEHERAN |MATALENSANEWS.COM– Pemerintah Iran secara resmi mengumumkan penutupan total Selat Hormuz sebagai respons atas meningkatnya agresi militer oleh Amerika Serikat dan sekutunya.


Dalam pernyataan resminya, Teheran memperingatkan bahwa militer Iran akan “membakar” setiap kapal, baik kapal dagang maupun tanker minyak, yang nekat melintasi jalur perairan strategis tersebut. Ancaman itu memicu kepanikan di pasar komoditas internasional, mengingat Selat Hormuz merupakan jalur distribusi sekitar seperlima pasokan minyak mentah dunia.


Langkah blokade disebut sebagai respons atas serangan udara asing yang menargetkan infrastruktur vital dan kepemimpinan tertinggi Iran. Pemerintah Iran menegaskan, jika mereka tidak diizinkan mengekspor minyak dan menjaga kedaulatan wilayahnya, maka tidak akan ada satu pun negara di kawasan Teluk yang diperbolehkan melakukan hal serupa.


Militer Iran dilaporkan telah menyiagakan ribuan ranjau laut, baterai rudal anti-kapal di sepanjang pesisir, serta armada drone bunuh diri untuk menegakkan penutupan jalur laut tersebut. Situasi ini meningkatkan ketegangan keamanan di kawasan Timur Tengah.


Dunia internasional mengecam keras langkah tersebut karena dinilai melanggar hukum laut internasional dan berpotensi memicu krisis ekonomi global. Penutupan Selat Hormuz berisiko menyebabkan lonjakan harga energi secara drastis serta mengganggu rantai pasok global, terutama bagi negara-negara pengimpor minyak di Asia dan Eropa.


Sementara itu, Amerika Serikat bersama koalisi maritim internasional tengah mempertimbangkan opsi pengawalan bersenjata bagi kapal tanker yang melintasi kawasan tersebut. Langkah itu dinilai berisiko memicu bentrokan langsung dan memperluas konflik di kawasan Timur Tengah menjadi krisis global yang lebih besar.


Hingga kini, situasi di sekitar Selat Hormuz masih dalam pemantauan ketat komunitas internasional, dengan kekhawatiran bahwa eskalasi lanjutan dapat berdampak signifikan terhadap stabilitas geopolitik dan perekonomian dunia.(RI.1)