Advertisement
SALATIGA|MATALENSANEWS.COM– Perjalanan mudik yang seharusnya penuh harapan sempat berubah menjadi kepanikan bagi seorang pemudik asal Brebes. Di tengah perjalanan menuju Pacitan, sepeda motor yang dikendarainya kehabisan bahan bakar sekaligus mengalami kerusakan saat melintas di Jalur Lingkar Selatan (JLS) Kota Salatiga, Rabu (18/03/2026).
Dalam kondisi lelah dan kebingungan, pemudik tersebut hanya bisa berdiri di pinggir jalan sambil menunggu bantuan. Beruntung, personel Unit Gakkum Satlantas Polres Salatiga yang tengah melakukan patroli melintas di lokasi dan segera memberikan pertolongan.
Dua anggota yang terlibat, yakni Aiptu Kristanto Wibowo, S.I.Kom dan Brigadir Tri Utomo, S.H., langsung menghentikan kendaraan patroli setelah melihat kondisi pemudik tersebut.
Setelah dilakukan dialog, diketahui bahwa motor tidak hanya kehabisan bensin, tetapi juga mengalami kerusakan pada bagian baut sehingga tidak dapat melanjutkan perjalanan.
Tanpa menunggu lama dan atas persetujuan pemilik, petugas kemudian mengangkat sepeda motor tersebut ke mobil patroli. Selanjutnya, motor dibawa menuju SPBU Tingkir untuk mengisi bahan bakar sekaligus mencarikan bengkel guna perbaikan.
Momen penuh kepedulian itu terlihat saat petugas bersama pemudik bahu-membahu menaikkan motor ke kendaraan patroli. Wajah pemudik yang semula tampak lelah dan cemas, perlahan berubah menjadi lega.
“Terima kasih Pak Polisi Polres Salatiga atas bantuannya, semoga menjadi ladang amal,” ucap pemudik tersebut dengan penuh haru.
Aiptu Kristanto Wibowo menyampaikan bahwa membantu masyarakat yang mengalami kesulitan di jalan merupakan bagian dari tugas dan tanggung jawab Polri, terlebih di masa arus mudik Lebaran.
“Yang utama adalah membantu dulu. Kebetulan yang bersangkutan kehabisan bensin dan motornya rusak, jadi kami bantu bawa ke SPBU sekaligus mencarikan bengkel. Alhamdulillah setelah itu bisa melanjutkan perjalanan,” ujarnya.
Aksi tersebut menjadi bukti nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga memberikan bantuan langsung dalam situasi darurat.
Di tengah padatnya arus mudik, kepedulian seperti ini menjadi pengingat bahwa perjalanan pulang tidak hanya soal sampai tujuan, tetapi juga tentang rasa aman dan perhatian yang hadir di sepanjang perjalanan.(Goent)


