Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement MGID

Minggu, 08 Maret 2026, 5:44:00 PM WIB
Last Updated 2026-03-08T10:44:58Z
BERITA UMUMNEWS

RFC Salatiga Bagikan Ratusan Takjil di Bundaran Jam, Sambut Anniversary ke-42 dengan Aksi Sosial

Advertisement


Laporan : Goent 


SALATIGA|MATALENSANEWS.COM – Anggota Real Friendship Club Salatiga (RFC) membagikan ratusan paket takjil kepada masyarakat yang melintas di kawasan Bundaran Jam Kota Salatiga, Minggu (8/3/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus menyambut peringatan hari jadi ke-42 organisasi tersebut.


Aksi berbagi takjil ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan jelang anniversary RFC ke-42. Selain pembagian takjil, organisasi tersebut juga berencana menggelar kegiatan halal bihalal sebagai sarana mempererat silaturahmi antaranggota.


Pembagian takjil gratis disambut antusias oleh masyarakat, terutama para pengendara yang melintas di area Bundaran Jam menuju arah Jalan Patimura. Banyak pengendara berhenti sejenak untuk menerima paket takjil yang dibagikan anggota RFC.


Salah seorang penerima takjil, Agus Wahyudi, yang berprofesi sebagai pengemudi ojek online, mengaku senang dengan kegiatan tersebut.


“Terima kasih atas takjilnya. Senang karena bisa mengirit pengeluaran untuk buka puasa,” ujarnya.


Ketua RFC Salatiga, Agus Purwanto atau yang akrab disapa Agus Deglok, mengatakan saat ini organisasinya lebih menitikberatkan pada kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat.


Menurutnya, anggota RFC tersebar di seluruh kecamatan di wilayah Salatiga sehingga kegiatan sosial dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.


“Kami memiliki keanggotaan di seluruh kecamatan yang ada di Salatiga,” ungkapnya.


Agus Deglok menjelaskan bahwa sebagian besar anggota RFC berasal dari kalangan masyarakat marjinal yang bekerja di sektor informal. Kondisi tersebut justru menumbuhkan solidaritas dan rasa empati yang kuat di antara para anggota.


“Kami tahu rasanya saat tidak punya. Karena itu kami sebisa mungkin membantu masyarakat yang membutuhkan. RFC saat ini hadir untuk seluruh masyarakat Salatiga,” katanya.


Ia juga mengakui bahwa pada awal berdirinya, RFC sempat dikenal sebagai paguyuban yang identik dengan preman dan pembalap liar. Namun seiring berjalannya waktu, organisasi tersebut berupaya melakukan perubahan dengan mengarahkan kegiatan ke arah yang lebih positif.


“Sekarang RFC mengubah fokusnya menjadi lebih positif dan berkontribusi langsung pada kegiatan sosial,” pungkasnya.