Advertisement
Tegal| MATALENSANEWS.COM – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat secara terpadu di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Kegiatan tersebut meliputi bantuan kemanusiaan bagi korban bencana serta penguatan wawasan kebangsaan bagi generasi muda, Kamis (23/4/26).
Program ini menjadi wujud komitmen LPPM Unhan RI dalam mendukung ketahanan nasional, baik melalui aspek sosial kemanusiaan maupun pembangunan karakter bangsa.
Pada kesempatan tersebut, tim LPPM Unhan RI menyalurkan bantuan kepada warga terdampak bencana tanah gerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara. Bantuan yang diberikan berupa paket sembako dan alat bantu jalan, khususnya bagi kelompok rentan yang saat ini masih tinggal di hunian sementara (huntara).
Sekretaris LPPM Unhan RI, Dr. Sri Murtiana, S.Sos., M.M., CIT, yang mewakili Kepala LPPM Unhan RI, menyampaikan bahwa kehadiran pihaknya merupakan bentuk kepedulian institusi terhadap masyarakat yang sedang mengalami kesulitan.
“Kami hadir tidak hanya sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki tanggung jawab sosial. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak bencana,” ujarnya.
Diketahui, bencana tanah gerak yang terjadi sejak Februari 2026 di Desa Padasari telah merusak ratusan rumah dan memaksa lebih dari 2.400 warga mengungsi. Kondisi tanah yang masih bergerak secara perlahan membuat sebagian wilayah tidak lagi layak huni dan membutuhkan relokasi permanen.
Selain kegiatan kemanusiaan, LPPM Unhan RI juga menggelar ceramah penguatan wawasan kebangsaan dan bela negara bagi ratusan pelajar di SMAN 1 Slawi, Kabupaten Tegal. Kegiatan yang berlangsung di aula sekolah tersebut mendapat sambutan antusias dari siswa, guru, dan tenaga kependidikan.
Dalam sambutannya, Dr. Sri Murtiana menekankan pentingnya penguatan wawasan kebangsaan bagi generasi muda, khususnya pelajar SMA yang berada pada fase pembentukan karakter.
“Generasi muda saat ini menghadapi tantangan yang tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga non-militer seperti hoaks, radikalisme digital, dan pengaruh ideologi yang bertentangan dengan nilai Pancasila. Karena itu, mereka perlu memiliki landasan kebangsaan yang kuat,” jelasnya.
Materi ceramah disampaikan oleh Kolonel Inf. Dr. Haryo Mustoko, S.Sos., M.M., CIT, selaku Kepala Pusat Program Bela Negara dan Pengabdian kepada Masyarakat Unhan RI. Ia menegaskan bahwa bela negara di era modern dapat diwujudkan melalui sikap kritis terhadap informasi, menjunjung tinggi toleransi, serta mencintai budaya dan produk dalam negeri.
Kepala SMAN 1 Slawi, Masduki, S.Pd., M.Pd, mengapresiasi kegiatan tersebut karena dinilai mampu memperkuat karakter dan pemahaman siswa terhadap nilai-nilai kebangsaan.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat dalam membentuk karakter siswa dan memperkuat pemahaman mereka terhadap nilai-nilai kebangsaan,” ungkapnya.
Apresiasi juga disampaikan Kepala Desa Padasari, Mashuri, yang berterima kasih atas bantuan yang diberikan kepada warganya.
“Kami sangat mengapresiasi kepedulian LPPM Unhan RI yang telah hadir langsung membantu masyarakat kami di tengah kondisi sulit,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, LPPM Unhan RI menegaskan peran strategis perguruan tinggi tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga sebagai agen perubahan yang berkontribusi langsung dalam memperkuat ketahanan masyarakat dan bangsa.
Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan memberikan manfaat nyata, baik dalam membantu pemulihan masyarakat terdampak bencana maupun membentuk generasi muda yang tangguh, berkarakter, dan memiliki semangat bela negara menuju Indonesia Emas 2045.(Goent)


