Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement MGID

Senin, 25 Mei 2026, 9:29:00 PM WIB
Last Updated 2026-05-25T14:29:00Z
BERITA POLISINEWS

Polda Jateng Launching Program Peduli Berantas TB Paru, Ribuan Bhabinkamtibmas Dilatih Jadi Tracer

Advertisement


SEMARANG
 |MATALENSANEWS.COM– Kepolisian Daerah Jawa Tengah meluncurkan program “Polda Jateng Peduli Berantas TB Paru” yang dirangkaikan dengan pelatihan Bhabinkamtibmas sebagai tracer Tuberkulosis (TB) Paru di Gedung Borobudur Mapolda Jateng, Senin (25/5/2026). Program ini menjadi bentuk dukungan nyata Polri terhadap upaya pemerintah dalam mengeliminasi penyakit TB di Indonesia pada tahun 2030.


Kegiatan yang mengusung tema “Sinergi Bersama, Putus Rantai TB Paru, Wujudkan Jawa Tengah Sehat” tersebut dihadiri Kapolda Jawa Tengah, Wakapolda Jateng, para Pejabat Utama Polda Jateng, seluruh Kapolres jajaran, Kasat Binmas dan Kasi Dokkes Polres se-Jawa Tengah, serta berbagai organisasi profesi kesehatan dan stakeholder terkait. Ribuan Bhabinkamtibmas dari seluruh wilayah Jawa Tengah juga mengikuti kegiatan secara virtual melalui Zoom Meeting.


Sejumlah organisasi kesehatan turut memberikan dukungan terhadap program tersebut, di antaranya Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), serta Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI).


Dalam laporannya, Kabiddokkes Polda Jateng Kombes Pol drg. Agung Hadi Wijanarko menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program nasional pemberantasan TB Paru sekaligus menjadi salah satu kegiatan utama bakti kesehatan dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026.


Menurutnya, Biddokkes Polda Jateng bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi, Dinas Kesehatan kabupaten/kota, serta berbagai organisasi profesi kesehatan untuk memberikan pelatihan kepada para Bhabinkamtibmas agar mampu menjalankan peran sebagai tracer TB Paru di wilayah tugas masing-masing.


“Bhabinkamtibmas nantinya diharapkan mampu membantu tracing kasus TB paru di masyarakat sekaligus memberikan edukasi dan komunikasi yang efektif agar masyarakat mau melakukan pemeriksaan dan menjalani pengobatan sampai tuntas,” ujar Kombes Pol Agung Hadi Wijanarko.


Selain mendapatkan materi terkait tracing dan pelaporan kasus TB, para Bhabinkamtibmas juga dibekali kemampuan public speaking dan komunikasi persuasif. Bekal tersebut diharapkan dapat membantu mereka membangun pendekatan yang humanis kepada masyarakat yang diduga terpapar TB Paru.


Dalam kesempatan itu juga diperkenalkan slogan TOSS (Temukan, Obati Sampai Sembuh) sebagai bagian dari kampanye untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini dan pengobatan TB hingga tuntas.


Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, dr. Zulfachmi Wahab, mengapresiasi langkah Polda Jateng yang dinilai mampu menghadirkan kolaborasi lintas sektor dalam upaya penanggulangan TB.


Ia mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini masih menjadi negara dengan jumlah penderita TB tertinggi kedua di dunia setelah India. Karena itu, keterlibatan seluruh elemen masyarakat dinilai sangat penting untuk mempercepat upaya pencegahan dan pengendalian penyakit tersebut.


“Kami sangat mengapresiasi program ini karena melibatkan berbagai stakeholder dan organisasi kesehatan dalam upaya bersama mengeliminasi TB. Harapannya program ini mampu mendukung target pemerintah menghapus TB di Indonesia tahun 2030,” katanya.


Sementara itu, Kapolda Jateng Irjen Pol Ribut Hari Wibowo menegaskan bahwa program tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial Polri terhadap kesehatan masyarakat. Menurutnya, persoalan TB tidak dapat ditangani hanya oleh tenaga kesehatan, melainkan membutuhkan sinergi seluruh elemen bangsa.


“TBC ini menjadi pekerjaan kita bersama. Tidak hanya Dinas Kesehatan dan organisasi kesehatan, tetapi seluruh elemen masyarakat harus bersinergi untuk mengeliminasi penyakit ini,” tegas Kapolda.


Ia juga menekankan pentingnya peran Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak Polri yang memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat. Dengan hubungan yang telah terjalin di tingkat desa dan kelurahan, para Bhabinkamtibmas diharapkan mampu memberikan motivasi kepada warga agar tidak takut melakukan pemeriksaan dan bersedia menjalani pengobatan hingga sembuh.


“Maknai program ini sebagai semangat kemanusiaan sehingga kehadiran kita benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pesannya.


Selain pelatihan tracer TB Paru, kegiatan juga diisi dengan berbagai materi edukasi kesehatan yang disampaikan para narasumber. Materi tersebut mencakup tracing dan pemeriksaan diagnostik TB Paru, penanganan TB pada anak maupun dewasa, hingga peluncuran Buku Saku Bhabinkamtibmas Tracer TB sebagai pedoman pelaksanaan tugas di lapangan.


Di akhir kegiatan, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto menyampaikan bahwa program tersebut menjadi bagian dari transformasi pelayanan Polri yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.


Menurutnya, keberadaan Bhabinkamtibmas di desa-desa tidak hanya berfungsi menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga berperan sebagai penggerak kepedulian sosial yang mampu membantu menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat, termasuk di bidang kesehatan.


“Melalui program ini, Polda Jateng hadir lebih dekat dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Harapannya para Bhabinkamtibmas dapat menjadi penghubung yang membantu masyarakat memahami pentingnya deteksi dini dan pengobatan TB sampai sembuh sehingga rantai penularan dapat ditekan,” pungkasnya. (Red/Djoko S)