Advertisement
SALATIGA |MATALENSANEWS.COM– Viral di berbagai platform media sosial potongan video yang menarasikan aksi unjuk rasa Aliansi Salatiga Menggugat di depan Gedung DPRD Kota Salatiga berakhir ricuh. Menanggapi hal tersebut, Kapolres Salatiga AKBP Ade Papa Rihi, S.H., S.I.K., M.H., memberikan klarifikasi dan penjelasan menyeluruh terkait rangkaian pengamanan yang dilakukan selama aksi berlangsung.
Kapolres menjelaskan bahwa sejak awal kegiatan pada Rabu (17/6/2026), Polres Salatiga telah menerapkan pola pengamanan yang mengedepankan pendekatan humanis, persuasif, dan profesional. Personel ditempatkan di sejumlah titik strategis serta melakukan pengawalan terbuka maupun tertutup guna memastikan peserta aksi dapat menyampaikan aspirasi dengan aman tanpa mengganggu aktivitas masyarakat.
"Dari titik kumpul di Halaman Gedung Korpri Jalan Stadion Kridanggo hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai, personel kami terus melakukan pengawalan dan pengamanan. Prinsip kami adalah memberikan rasa aman, baik kepada peserta aksi maupun masyarakat pengguna jalan," ujar AKBP Ade Papa Rihi.
Saat massa bergerak menuju Bundaran Tamansari, petugas melakukan pengawalan sekaligus pengaturan lalu lintas di setiap persimpangan. Ketika peserta menggelar aksi teatrikal dan menyampaikan orasi di lokasi tersebut, arus kendaraan tetap berjalan lancar sehingga aktivitas masyarakat tidak mengalami gangguan berarti.
Aksi kemudian dilanjutkan dengan long march melalui Jalan Jenderal Sudirman menuju Gedung DPRD Kota Salatiga. Selama perjalanan, Satlantas Polres Salatiga melakukan pengawalan menggunakan kendaraan patroli di barisan depan, sementara personel Samapta berjalan bersama peserta untuk menjaga keamanan dan kelancaran arus lalu lintas di kawasan pusat perekonomian kota.
Setibanya di Gedung DPRD Kota Salatiga, peserta kembali menyampaikan aspirasi secara tertib. Di tengah jalannya aksi, sebagian massa melakukan pembakaran ban bekas. Demi mencegah potensi bahaya, personel Polres Salatiga segera melakukan pemadaman sesuai prosedur keselamatan.
"Tindakan pemadaman dilakukan semata-mata untuk menjaga keselamatan bersama. Saat itu memang sempat terjadi aksi saling dorong antara sebagian peserta aksi dengan personel yang mengamankan proses pemadaman, namun berlangsung kurang dari lima menit dan tidak berkembang menjadi gangguan keamanan yang lebih luas," jelas Kapolres.
Menurutnya, situasi dengan cepat kembali kondusif berkat komunikasi yang baik antara aparat keamanan dan para koordinator lapangan. Sejak sebelum aksi dimulai, para korlap telah berkomitmen agar penyampaian aspirasi berlangsung damai dan tidak membahayakan keselamatan peserta maupun masyarakat.
Setelah kondisi terkendali, kegiatan dilanjutkan dengan dialog terbuka yang dihadiri Ketua DPRD Kota Salatiga, Wali Kota Salatiga, Wakil Wali Kota Salatiga, Dandim 0714/Salatiga, Kapolres Salatiga, serta seluruh peserta aksi. Dalam forum tersebut, massa menyampaikan berbagai aspirasi terkait isu nasional maupun daerah secara terbuka dan dinamis.
Menjelang berakhirnya dialog, kembali terjadi upaya pembakaran ban oleh beberapa peserta aksi. Petugas pengamanan kembali bergerak cepat melakukan pemadaman. Penolakan dari sebagian peserta sempat memicu aksi saling dorong, namun hanya berlangsung sesaat dan berhasil diredam melalui pendekatan persuasif sehingga situasi kembali normal.
Kapolres menegaskan bahwa video yang beredar luas di media sosial hanya menampilkan sebagian kecil dari keseluruhan rangkaian kegiatan yang berlangsung selama beberapa jam.
"Yang viral hanyalah beberapa detik dari keseluruhan proses yang berlangsung selama berjam-jam. Faktanya, sebagian besar kegiatan berjalan damai, peserta dapat menyampaikan aspirasi dengan baik, dialog dengan pemerintah daerah berlangsung terbuka, dan seluruh peserta akhirnya membubarkan diri dengan aman. Itulah gambaran utuh yang perlu diketahui masyarakat," tegasnya.
Di akhir keterangannya, AKBP Ade Papa Rihi mengapresiasi seluruh peserta aksi yang telah menjaga ketertiban, para koordinator lapangan yang terus membangun komunikasi dengan aparat keamanan, serta masyarakat Kota Salatiga yang turut menjaga situasi tetap kondusif.
"Kami menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Polres Salatiga akan selalu hadir mengawal setiap penyampaian aspirasi secara profesional, humanis, dan mengutamakan dialog, sehingga keamanan, ketertiban, serta keselamatan seluruh masyarakat tetap terjaga," pungkasnya.(Goent)

