Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement MGID

Senin, 27 Juli 2026, 7:17:00 AM WIB
Last Updated 2026-07-27T00:17:08Z
BERITA PERISTIWANEWS

Tribun VIP Kejurnas Drift di GOR Satria Purwokerto Ambruk, 75 Penonton Terluka

Advertisement


PURWOKERTO|
MATALENSANEWS.COM – Insiden ambruknya tribun VIP mewarnai pelaksanaan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Drift Seri ke-3 Tahun 2026 di kompleks GOR Satria, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Minggu (26/7/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Peristiwa tersebut mengakibatkan sebanyak 75 orang mengalami luka-luka dan harus mendapatkan penanganan medis di sejumlah rumah sakit.


Peristiwa terjadi saat perlombaan drift tengah berlangsung. Tribun VIP yang berada di tepi lintasan tiba-tiba roboh, memicu kepanikan dan teriakan histeris dari para penonton. Panitia langsung menghentikan jalannya perlombaan untuk memudahkan proses evakuasi para korban.


Salah seorang pedagang di sekitar lokasi, Umi (38), mengaku sempat mendengar suara mencurigakan sesaat sebelum tribun ambruk.


"Sebelum kejadian sempat terdengar suara berdecit, lalu tiba-tiba kursi itu roboh," ujar Umi saat ditemui di lokasi.


Kesaksian serupa disampaikan Agus, salah seorang penonton yang berada di lokasi kejadian. Menurutnya, tribun sebenarnya sudah menunjukkan tanda-tanda tidak stabil sejak awal acara.


"Saat lagu Indonesia Raya tribun sudah bergerak, kemudian waktu Mars IMI juga masih bergerak. Setelah itu sempat aman saat semua duduk," katanya.


Agus menuturkan kondisi kembali berubah ketika panitia membagikan merchandise dengan cara melemparkannya ke arah penonton. Banyak penonton berdiri, berpindah tempat, bahkan turun dari posisi semula untuk berebut merchandise sehingga beban pada tribun berubah secara tiba-tiba.


"Mulai goyang saat bagi-bagi merchandise. Orang-orang dari atas turun, berdiri semua, rebutan merchandise," ujarnya.


Tidak lama kemudian, tribun VIP dengan ketinggian sekitar 3,5 meter itu ambruk ke arah selatan. Penonton yang berada di bagian bawah menjadi korban paling parah karena tertimpa penonton lain yang jatuh dari atas tribun.


"Tribunnya roboh ke arah selatan. Yang di bagian selatan paling parah karena tertumpuk-tumpuk, yang di bawah tertimpa," ungkap Agus.


Suasana di lokasi seketika berubah kacau. Petugas gabungan bersama panitia dan relawan segera mengevakuasi para korban ke sejumlah fasilitas kesehatan.


Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, mengatakan total korban luka, baik berat maupun ringan, mencapai 75 orang.


"Total korban luka berat dan ringan sebanyak 75 orang. Korban dirujuk ke beberapa rumah sakit, di antaranya RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo, RS Ananda, RS Geriatri, dan rumah sakit lainnya," kata Sadewo di lokasi kejadian.


Sementara itu, Polresta Banyumas langsung melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti ambruknya tribun. Petugas telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan sejumlah keterangan dan barang bukti.


"Kami sedang melakukan olah TKP. Tentunya nanti akan dilihat dari faktor mens rea-nya atau unsur kesalahan maupun kelalaian. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan," ujar Kapolresta Banyumas Kombes Pol. Petrus Silalahi saat dikonfirmasi, Minggu (26/7/2026).


Kapolresta menegaskan, insiden tersebut harus menjadi evaluasi menyeluruh bagi seluruh penyelenggara kegiatan yang melibatkan banyak penonton.


"Saya pikir ini jangan sampai terjadi lagi. Baik dari siapa pun, termasuk event organizer (EO), harus memastikan bahwa struktur tribun atau panggung yang digunakan benar-benar kuat dan aman bagi penonton," tegasnya.


Hingga kini, penyebab pasti ambruknya tribun masih dalam proses penyelidikan kepolisian. Aparat akan mendalami aspek teknis konstruksi tribun, kapasitas penonton, serta kemungkinan adanya unsur kelalaian dalam penyelenggaraan acara.(Goent)