Advertisement
BLORA |MATALENSANEWS.COM– Cuaca panas ekstrem yang melanda Kabupaten Blora dalam beberapa pekan terakhir mulai berdampak terhadap lahan pertanian. Sejumlah lahan tebu yang siap panen di Desa Sambonganyar, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, hangus terbakar pada Jumat malam (7/8/2026).
Kondisi tanaman tebu yang mengering akibat teriknya matahari membuat api dengan cepat merambat dan meluas. Tiupan angin kencang turut memperparah kobaran api sehingga warga sempat panik karena lokasi kebakaran berada tidak jauh dari area aktivitas masyarakat.
Salah seorang warga setempat, Ledeng, mengatakan kondisi cuaca yang sangat panas membuat tanaman tebu menjadi mudah terbakar.
“Cuacanya luar biasa panas, Mas. Daun-daun tebu kering semua. Begitu ada percikan api sedikit saja, langsung menjalar ke mana-mana. Kami warga di sini sempat panik karena lokasinya dekat dengan area aktivitas warga,” ujar Ledeng saat ditemui di lokasi kejadian.
Warga yang mengetahui kebakaran kemudian berupaya melokalisasi kobaran api agar tidak merembet ke lahan lain maupun permukiman warga yang berada di sekitar lokasi.
Cepatnya api menjalar juga dipengaruhi kondisi tanaman tebu yang telah memasuki masa siap panen. Tanaman yang kering menjadi bahan bakar sehingga kobaran api dengan mudah membesar, terlebih saat angin bertiup cukup kencang.
Akibat kejadian tersebut, pemilik lahan diperkirakan mengalami kerugian hingga jutaan rupiah. Nilai kerugian tersebut masih dapat berubah karena pendataan terhadap luas lahan dan tanaman tebu yang terbakar belum dilakukan secara menyeluruh.
Peristiwa ini menjadi perhatian warga dan petani di Desa Sambonganyar, terutama di tengah kondisi cuaca panas dan kering yang meningkatkan risiko kebakaran lahan.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dapat mengambil langkah antisipasi untuk menghadapi potensi kebakaran lahan selama musim kemarau. Di antaranya dengan menyediakan posko pemadam kebakaran yang lebih dekat dengan wilayah rawan serta membangun sarana pengendalian api dan sumber air yang mudah diakses petani.
Warga juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di sekitar lahan pertanian yang kondisinya kering.(ErAngga)

