Advertisement
KAB.SEMARANG|MATALENSANEWS.COM – Rumah salah satu terduga pelaku kasus dugaan perampokan yang menewaskan pemilik konter Royal Phone, Candra Waskito (25), di Green Ambarawa Residence, Kabupaten Semarang, digeruduk puluhan warga pada Jumat (7/8/2026) malam.
Warga berdatangan dan memadati area sekitar rumah terduga pelaku. Sejumlah orang terlihat berkumpul di sekitar lokasi sehingga menimbulkan kerumunan.
Aksi tersebut juga disiarkan secara langsung melalui sejumlah akun TikTok. Dalam siaran langsung itu, warganet turut mempertanyakan perkembangan kasus serta memberikan berbagai komentar terkait peristiwa tersebut.
Salah satu komentar warganet mempertanyakan kemungkinan adanya aksi pembakaran terhadap rumah terduga pelaku.
"Jare arep diobong, ha endi?" tulis seorang netizen di kolom komentar.
Kerumunan warga kemudian mendapat perhatian aparat kepolisian. Personel Polsek Ambarawa bersama petugas lainnya mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan dan mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban.
Petugas juga meminta warga yang berkumpul untuk membubarkan diri. Imbauan tersebut akhirnya dipatuhi sehingga massa secara berangsur meninggalkan lokasi dan situasi kembali kondusif.
Dalam salah satu siaran langsung TikTok dari akun @shemut2, terdengar seseorang menyebut adanya petugas intelijen di sekitar lokasi serta meminta agar siaran langsung dihentikan.
"Ono intel cah, ono intel. HP-ne sing do live TikTok kon mateni," ujar seseorang dalam siaran tersebut.
Meski sebagian massa meninggalkan lokasi, informasi yang beredar dalam siaran langsung menyebutkan sebagian warga kemudian bergerak menuju rumah terduga pelaku lainnya.
Dalam siaran akun TikTok @kevsak, juga muncul pernyataan mengenai dugaan motif dan keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut.
"Pada ga terima karena pembunuhan sangat kejam. Terduga dikongkon yange bolo. Disiruh pacarnya," tutur akun tersebut saat melakukan siaran langsung.
Namun, sejumlah pernyataan yang muncul dalam siaran langsung dan komentar media sosial tersebut masih merupakan informasi dari warga maupun warganet dan belum dapat dipastikan kebenarannya.
Kasus dugaan perampokan yang menewaskan Candra Waskito sebelumnya menjadi perhatian masyarakat setelah korban ditemukan meninggal dunia. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara utuh kronologi kejadian, motif, serta pihak-pihak yang diduga terlibat.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari kepolisian mengenai seluruh informasi yang beredar di media sosial terkait dugaan keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut.
Masyarakat diimbau tidak melakukan tindakan main hakim sendiri dan menyerahkan proses penanganan perkara kepada aparat penegak hukum.(Goent)

