Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement MGID

Sabtu, 08 Agustus 2026, 2:16:00 PM WIB
Last Updated 2026-08-08T07:16:22Z
BERITA PERISTIWANEWS

Gempa M4,9 Guncang Laut Jawa, Getaran Terasa di Jepara dan Demak

Advertisement


JEPARA|MATALENSANEWS.COM– Gempa bumi mengguncang wilayah Laut Jawa pada Jumat (7/8/2026) malam. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa tersebut terjadi sekitar pukul 21.07 WIB.


Berdasarkan hasil analisis terbaru BMKG, gempa bumi tersebut memiliki magnitudo M4,9 dengan kedalaman mencapai 540 kilometer.


Episenter gempa berada pada koordinat 5,73 derajat Lintang Selatan (LS) dan 110,21 derajat Bujur Timur (BT). Lokasi tersebut berada di laut, sekitar 108 kilometer barat laut Jepara, Jawa Tengah.


Informasi mengenai gempa tersebut disampaikan BMKG melalui akun resminya di media sosial X pada Jumat malam.


Guncangan gempa dirasakan oleh masyarakat di sejumlah wilayah Jawa Tengah. Di Kabupaten Jepara dan Demak, gempa dirasakan dengan skala intensitas II-III Modified Mercalli Intensity (MMI).


Pada skala II-III MMI, getaran gempa dapat dirasakan secara nyata di dalam rumah. Sensasinya bahkan dapat dirasakan seperti ada kendaraan berat atau truk yang melintas.


Sementara itu, guncangan dengan skala II MMI juga dilaporkan dirasakan di wilayah Batang, Jawa Tengah.


Skala II MMI menunjukkan getaran yang dirasakan oleh beberapa orang, terutama di dalam ruangan. Benda-benda ringan yang digantung juga dapat terlihat bergoyang.


Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan hingga pukul 21.20 WIB, belum terdeteksi adanya aktivitas gempa bumi susulan.


“Hingga pukul 21.20 WIB, hasil pemantauan BMKG menunjukkan tidak adanya aktivitas gempa bumi susulan,” kata Wijayanto dalam siaran pers BMKG.


Menurut Wijayanto, gempa tersebut merupakan gempa bumi dalam yang berkaitan dengan aktivitas di dalam lempeng bumi.


“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dalam akibat aktivitas menetap di lempeng,” ujarnya.


Hasil analisis mekanisme sumber, lanjut dia, menunjukkan gempa tersebut memiliki mekanisme pergerakan turun atau normal fault.


Kedalaman gempa yang mencapai 540 kilometer membuat guncangan dapat dirasakan di sejumlah wilayah meskipun episenternya berada cukup jauh dari daratan.


BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Masyarakat juga dapat memantau perkembangan aktivitas gempa melalui kanal resmi BMKG.(Farid)