Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement MGID

Kamis, 06 Agustus 2026, 7:25:00 PM WIB
Last Updated 2026-08-06T12:47:01Z
BERITA PERISTIWANEWS

Identitas Pria yang Ditemukan Mengapung di Kali Jajar Demak Masih Misterius, Polisi Minta Bantuan Masyarakat

Advertisement


DEMAK
 |MATALENSANEWS.COM– Identitas pria yang ditemukan meninggal dunia mengapung di aliran Kali Jajar, Kelurahan Bintoro, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, hingga kini masih belum terungkap. Satreskrim Polres Demak terus melakukan upaya identifikasi, namun terkendala kondisi sidik jari korban yang telah rusak sehingga tidak dapat terbaca menggunakan alat identifikasi elektronik.


Korban pertama kali ditemukan warga yang sedang berlatih dayung di Kali Jajar pada Jumat (31/7/2026). Penemuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian, yang langsung mengevakuasi jenazah untuk dilakukan pemeriksaan medis dan proses identifikasi.


Kasatreskrim Polres Demak, AKP Arlan Budi Kusuma, mengatakan pihaknya masih menyebarluaskan informasi mengenai ciri-ciri fisik korban melalui berbagai media, termasuk media sosial, dengan harapan masyarakat dapat membantu mengenali identitas korban.


"Korban diperkirakan berusia di atas 18 tahun. Saat ditemukan mengenakan kaus hitam, jaket jumper hitam, dan celana jeans biru. Ciri khususnya berambut lurus pendek, terdapat tato pada lengan dan tangan kanan, serta diperkirakan meninggal sekitar tiga hari sebelum ditemukan," ujar AKP Arlan dalam keterangan tertulis, Kamis (6/8/2026).


Meski diketahui memiliki tato pada lengan dan tangan kanan, polisi belum dapat menjelaskan bentuk maupun motif tato tersebut. Kondisi kulit korban yang telah mengalami pembusukan dan melepuh akibat terlalu lama berada di dalam air membuat detail tato sulit dikenali.


"Kondisi kulit korban sudah mulai melepuh sehingga gambar tato belum dapat diidentifikasi secara rinci," jelasnya.


Polisi Ajak Masyarakat Membantu Identifikasi


Polres Demak mengimbau masyarakat yang merasa mengenali ciri-ciri korban atau kehilangan anggota keluarga dengan karakteristik serupa agar segera melapor.


Masyarakat dapat menghubungi Call Center Polri 110 atau datang langsung ke Polres Demak untuk memberikan informasi. Polisi menilai setiap informasi, sekecil apa pun, dapat membantu mempercepat proses identifikasi sehingga korban dapat segera diketahui identitasnya dan diserahkan kepada pihak keluarga.


Hasil Pemeriksaan Medis


Kapolsek Demak, Iptu Rudy Tri Sayogo, menjelaskan bahwa setelah dievakuasi dari lokasi kejadian, jenazah sempat dibawa ke RSUD Sunan Kalijaga Demak sebelum menjalani pemeriksaan lanjutan di RSUD Sultan Fatah Demak.


Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis, tidak ditemukan adanya luka maupun tanda-tanda kekerasan yang mengarah pada tindak pidana. Dugaan sementara, korban meninggal dunia akibat tenggelam.


"Pendarahan di hidung disebabkan kekurangan oksigen atau aspirasi cairan dari paru-paru sehingga menyebabkan cairan air bercampur darah keluar dari hidung," terang Iptu Rudy.


Polisi juga telah berupaya mengidentifikasi korban melalui pemeriksaan sidik jari menggunakan alat identifikasi elektronik. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil.


"Hasil tidak diketahui karena sidik jari rusak," ujarnya.


Penyelidikan Terus Dilanjutkan


Meski dugaan awal mengarah pada korban meninggal akibat tenggelam, kepolisian menegaskan penyelidikan masih terus berlangsung untuk memastikan identitas korban sekaligus menelusuri kronologi sebelum jasad pria tersebut ditemukan mengapung di Kali Jajar.


Polres Demak kembali mengimbau masyarakat yang kehilangan anggota keluarga laki-laki dengan ciri-ciri berambut lurus pendek, memiliki tato di lengan dan tangan kanan, serta mengenakan pakaian sesuai deskripsi tersebut agar segera menghubungi pihak kepolisian. Diharapkan, bantuan masyarakat dapat mempercepat terungkapnya identitas korban sehingga keluarga memperoleh kepastian mengenai keberadaan anggota keluarganya.(Farid/Rendy)