Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement MGID

Jumat, 21 Agustus 2026, 8:47:00 PM WIB
Last Updated 2026-08-21T13:47:13Z
BERITA PERISTIWANEWS

Kabut Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Kalimantan, Sejumlah Jadwal Ditunda dan Dibatalkan

Advertisement


JAKARTA|MATALENSANEWS.COM – Kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai mengganggu aktivitas penerbangan di sejumlah wilayah Kalimantan. Penurunan jarak pandang atau visibility secara drastis membuat sejumlah maskapai harus melakukan penyesuaian jadwal hingga membatalkan penerbangan demi alasan keselamatan.


Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara terus memantau kondisi jarak pandang di sejumlah bandar udara yang terdampak kabut asap.


Jarak pandang menjadi salah satu parameter penting dalam menentukan keamanan operasional penerbangan, baik saat pesawat akan lepas landas maupun ketika melakukan pendaratan.


Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, menegaskan bahwa keselamatan menjadi prioritas utama dalam menghadapi kondisi tersebut.


“Keselamatan penerbangan merupakan prioritas utama. Operator wajib melakukan penyesuaian apabila kondisi jarak pandang tidak memenuhi persyaratan teknis. Kami terus memantau kondisi di lapangan dan berkoordinasi erat dengan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Lukman dalam keterangannya kepada CNBC Indonesia, Jumat (21/8/2026).


Bandara Singkawang Paling Terdampak


Gangguan penerbangan paling signifikan dilaporkan terjadi di Bandara Singkawang, Kalimantan Barat.


Kabut asap tebal berdampak terhadap sejumlah jadwal penerbangan pada 16, 18, dan 19 Agustus 2026. Kondisi jarak pandang yang menurun membuat operasional penerbangan harus disesuaikan dengan kondisi di lapangan.


Maskapai memastikan penumpang yang penerbangannya terdampak tetap mendapatkan hak pelayanan. Penumpang diberikan pilihan berupa pengembalian dana secara penuh (full refund) atau perubahan jadwal penerbangan (reschedule) tanpa biaya tambahan hingga tujuh hari ke depan.


Gangguan akibat kabut asap juga menjadi perhatian di sejumlah wilayah Kalimantan lainnya.


Kemenhub melakukan pemantauan terhadap kondisi penerbangan di Kalimantan Timur yang mencakup tujuh bandara, Kalimantan Tengah dengan sembilan bandara dan satu bandara khusus, serta wilayah Kalimantan Utara.


Penerbangan di Pangkalan Bun Ikut Terdampak


Di Bandara Iskandar, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, kondisi kabut asap juga berdampak terhadap operasional penerbangan.


Asap pekat menyebabkan terjadinya keterlambatan beruntun pada sejumlah penerbangan maskapai NAM Air yang melayani rute dari dan menuju Pangkalan Bun.


Kondisi tersebut menjadi perhatian karena jarak pandang merupakan salah satu faktor keselamatan yang harus dipenuhi sebelum penerbangan dapat dilaksanakan.


Kemenhub meminta masyarakat yang akan melakukan perjalanan udara dari maupun menuju wilayah yang terdampak kabut asap untuk terus memantau perkembangan kondisi penerbangan.


Lukman mengimbau calon penumpang agar memperhatikan informasi terbaru yang disampaikan maskapai maupun pihak bandar udara.


“Kami mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan udara dari dan ke wilayah terdampak asap untuk terus memperhatikan pembaruan informasi dari maskapai dan pihak bandar udara, serta selalu mengikuti arahan petugas di lapangan,” pungkasnya.


Kemenhub bersama seluruh pemangku kepentingan terkait akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi jarak pandang dan dampaknya terhadap operasional penerbangan di sejumlah wilayah Kalimantan.(GT/RED)