Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement MGID

Jumat, 21 Agustus 2026, 8:27:00 PM WIB
Last Updated 2026-08-21T13:27:38Z
NEWSSosok

Profil Rektor Unsoed Akhmad Sodiq yang Terjaring OTT KPK, Pernah Jadi Dekan hingga Rektor UNU Purwokerto

Advertisement

Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Akhmad Sodiq

PURWOKERTO|
MATALENSANEWS.COM – Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Akhmad Sodiq, menjadi salah satu dari 14 orang yang diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar di Purwokerto dan Jakarta, Jumat (21/8/2026).


OTT tersebut diduga berkaitan dengan penerimaan oleh pihak rektor dalam proses penerimaan mahasiswa baru di lingkungan Unsoed.


Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan adanya penangkapan terhadap Rektor Unsoed tersebut.


Salah satu pihak yang diamankan adalah Rektor UNSOED,” ujar Budi Prasetyo, Jumat (21/8/2026).


Selain Akhmad Sodiq, KPK mengamankan sejumlah pihak lain dalam operasi tersebut. Para pihak yang diamankan selanjutnya akan menjalani pemeriksaan untuk menentukan status hukum masing-masing.


Lantas, siapa sebenarnya Akhmad Sodiq?


Riwayat Pendidikan


Akhmad Sodiq merupakan akademisi yang memiliki latar belakang pendidikan di bidang peternakan dan ilmu hewan.


Berdasarkan informasi dari laman resmi Fakultas Peternakan Unsoed, Akhmad Sodiq mengawali pendidikan sarjananya di Universitas Jenderal Soedirman. Ia mengambil program studi Peternakan.


Setelah menyelesaikan pendidikan S1, Akhmad Sodiq melanjutkan studi magister ke Der-Georg August Universitaet Goettingen, Jerman. Di kampus tersebut, ia mengambil program studi Animal Science.


Pendidikan akademiknya kemudian berlanjut ke jenjang doktoral. Akhmad Sodiq menempuh pendidikan doktor di Kassel University, Jerman, dengan konsentrasi Animal Science.


Aktif di Sejumlah Organisasi


Selain berkarier di lingkungan akademik, Akhmad Sodiq juga memiliki pengalaman di sejumlah organisasi profesi dan kemasyarakatan.


Berdasarkan informasi yang tercantum di situs resmi Unsoed, sejumlah posisi organisasi yang pernah atau masih diembannya antara lain:


  • Dewan Pembina Keluarga Alumni Fakultas Peternakan Unsoed.
  • Dewan Pengawas DPW Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) Jawa Tengah.
  • Dewan Pakar Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI).
  • Dewan Pembina Asosiasi Sarjana Membangun Desa (SMD).
  • Dewan Kehormatan Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kabupaten Banyumas.


Pengalaman tersebut membuat kiprah Akhmad Sodiq tidak hanya berkaitan dengan dunia pendidikan tinggi, tetapi juga organisasi profesi dan kemasyarakatan.


Karier di Unsoed


Akhmad Sodiq diketahui telah cukup lama berkarier di Universitas Jenderal Soedirman. Pria kelahiran Batang, 28 Januari 1969, itu mengawali kiprahnya di kampus tersebut sebagai mahasiswa Fakultas Peternakan.


Karier akademiknya kemudian terus berkembang hingga dipercaya menduduki jabatan struktural di lingkungan Unsoed.


Ia tercatat pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Peternakan Unsoed selama dua periode, yakni sejak 2010 hingga 2017.


Setelah menyelesaikan masa jabatannya sebagai dekan, Akhmad Sodiq kemudian dipercaya memimpin Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Purwokerto.


Berdasarkan informasi yang dilansir dari laman NU Banyumas, Akhmad Sodiq menjabat sebagai Rektor UNU Purwokerto pada periode 2017-2018.


Kariernya kemudian kembali berlanjut di Universitas Jenderal Soedirman hingga akhirnya dipercaya menjadi Rektor Unsoed.


Terjaring OTT KPK


Nama Akhmad Sodiq kini menjadi sorotan setelah KPK melakukan OTT di wilayah Purwokerto dan Jakarta pada Jumat (21/8/2026).


Operasi tersebut diduga berkaitan dengan dugaan penerimaan oleh pihak rektor dalam proses penerimaan mahasiswa baru.


KPK mengamankan total 14 orang dalam operasi tersebut. Para pihak yang diamankan masih menjalani proses pemeriksaan oleh penyidik KPK.


KPK memiliki waktu sesuai ketentuan undang-undang untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan dalam OTT tersebut.


Hingga kini, KPK masih melakukan pendalaman terhadap dugaan tindak pidana korupsi yang menjadi dasar operasi tangkap tangan tersebut, termasuk dugaan penerimaan dalam proses penerimaan mahasiswa baru di Unsoed.(Goent)