Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement MGID

Selasa, 25 Agustus 2026, 6:22:00 PM WIB
Last Updated 2026-08-25T11:22:35Z
BERITA PERISTIWANEWS

Kebakaran Pasar Desa Sedo Demak, 62 Kios Terdampak dan Kerugian Capai Rp1,2 Miliar

Advertisement


DEMAK|MATALENSANEWS.COM – Kebakaran melanda Pasar Desa Sedo, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Senin (24/8/2026) malam. Sebanyak 62 kios terdampak dalam peristiwa tersebut. Kerugian materi ditaksir mencapai Rp1,2 miliar.


Kebakaran diketahui sekitar pukul 23.00 WIB setelah seorang warga melihat kepulan asap dan kobaran api dari dalam area kios pasar. Saat kejadian, aktivitas perdagangan telah berhenti dan pasar diketahui sudah tutup sejak sekitar pukul 17.00 WIB.


Warga bersama penjaga pasar sempat berupaya melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya. Perangkat Desa Sedo kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada petugas pemadam kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak, serta kepolisian.


Kapolsek Demak, Iptu Rudi Tri Sayogo, bersama anggota segera mendatangi lokasi setelah menerima laporan. Petugas juga berkoordinasi dengan PLN Kabupaten Demak untuk memutus aliran listrik di sekitar pasar sebagai langkah antisipasi agar api tidak semakin meluas.


“Petugas langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan dan berkoordinasi dengan Damkar, BPBD serta PLN. Langkah ini dilakukan untuk mencegah api meluas ke bangunan di sekitar pasar,” kata Iptu Rudi.


Petugas Damkar dan BPBD Demak kemudian berjibaku melakukan pemadaman. Setelah dilakukan penanganan, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 01.15 WIB, Selasa (25/8/2026).


Berdasarkan laporan kepolisian, Pasar Desa Sedo memiliki sebanyak 62 kios dengan ukuran masing-masing sekitar 2x3 meter. Dari jumlah tersebut, sebanyak 34 kios diketahui masih ditempati oleh pedagang.


Bangunan kios diketahui menggunakan berbagai material, antara lain asbes, galvalum, rangka holo, besi baja, kayu, dan triplek. Kobaran api menyebabkan sejumlah bangunan kios beserta barang dagangan milik pedagang mengalami kerusakan.


Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Namun, kebakaran mengakibatkan kerugian materi yang diperkirakan mencapai Rp1,2 miliar.


Kerugian tersebut meliputi kerusakan bangunan yang ditaksir sekitar Rp700 juta dan barang dagangan milik pedagang sekitar Rp500 juta.


Sementara itu, polisi masih melakukan pendalaman untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran. Dugaan sementara, api berasal dari korsleting listrik.


“Untuk penyebab kebakaran masih kami dalami. Dugaan sementara berasal dari korsleting listrik,” ujar Iptu Rudi.


Polisi bersama petugas terkait masih melakukan penanganan dan pendataan terhadap kios serta barang milik pedagang yang terdampak kebakaran.(Rendy)