Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement MGID

Jumat, 07 Agustus 2026, 1:35:00 PM WIB
Last Updated 2026-08-07T06:35:44Z
BERITA PERISTIWANEWS

Siswi SMP di Taliabu Selatan Diduga Jadi Korban Pencabulan, Dua Oknum Guru Dilaporkan

Advertisement


TALIABU
 |MATALENSANEWS.COM– Seorang siswi berusia 14 tahun di Kecamatan Taliabu Selatan, Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, diduga menjadi korban pencabulan yang melibatkan dua oknum guru. Kasus tersebut kini menjadi perhatian masyarakat dan diharapkan dapat diproses secara hukum dengan mengedepankan perlindungan terhadap korban anak.


Informasi mengenai dugaan kasus tersebut beredar melalui unggahan akun Facebook “Yong Jorjoga” yang kemudian dibagikan ke grup “Info Taliabu Update” pada Jumat (7/8/2026).


Dalam unggahan tersebut disebutkan, peristiwa diduga terjadi pada dini hari 5 Agustus 2026. Korban yang disebut berinisial JT dan masih duduk di kelas 9 SMPN Satap Taliabu Selatan diduga datang setelah mendapat panggilan dari seorang perempuan yang disebut sebagai ibu guru untuk menemani tidur.


Dalam narasi unggahan itu disebutkan, korban kemudian diduga berada di dalam kamar bersama dua oknum guru berinisial D dan E. Salah satu terduga pelaku disebut merupakan guru di SMPN Satap Taliabu Selatan, sedangkan lainnya disebut mengajar di SDN Kilo 8, Desa Kilo.


Unggahan tersebut juga menyebut korban sempat berusaha meminta pertolongan. Namun, suara korban diduga tidak terdengar karena musik yang sengaja diperkeras. Korban juga disebut mendapat ancaman ketika berusaha berteriak meminta bantuan.


Meski demikian, informasi tersebut masih merupakan keterangan yang beredar di media sosial dan belum dapat dianggap sebagai fakta hukum sebelum dibuktikan melalui proses penyelidikan dan penyidikan aparat penegak hukum.


Dilaporkan kepada Pemerintah Desa dan Penegak Hukum


Ayah korban, Risto Tehen, disebut telah mengambil langkah dengan melaporkan dugaan kejadian tersebut kepada pemerintah desa dan aparat penegak hukum.


Laporan tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi aparat untuk mengungkap secara terang kronologi kejadian, termasuk memastikan pihak-pihak yang terlibat serta dugaan tindak pidana yang terjadi.


Kasus yang melibatkan anak sebagai korban tindak pidana seksual membutuhkan penanganan khusus. Proses pemeriksaan semestinya dilakukan dengan memperhatikan kondisi psikologis korban serta prinsip perlindungan identitas anak.


Selain penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti bersalah, pendampingan terhadap korban juga menjadi bagian penting agar anak memperoleh perlindungan dan pemulihan dari dampak yang ditimbulkan.


Soroti Perlindungan Anak di Lingkungan Pendidikan


Kasus tersebut turut memunculkan perhatian terhadap sistem pengawasan dan perlindungan anak di lingkungan pendidikan, khususnya di wilayah terpencil.


Guru memiliki posisi strategis dalam memberikan pendidikan sekaligus menjaga keamanan peserta didik selama berada di lingkungan sekolah maupun dalam kegiatan yang berkaitan dengan pendidikan.


Karena itu, dugaan penyalahgunaan kewenangan oleh tenaga pendidik perlu ditangani secara serius dan berdasarkan bukti yang cukup.


Masyarakat juga berharap aparat penegak hukum dapat melakukan pemeriksaan secara profesional dan transparan, sementara seluruh pihak diminta tidak melakukan penghakiman maupun menyebarluaskan identitas korban.


Peristiwa tersebut sekaligus menjadi pengingat pentingnya tersedianya mekanisme pengaduan yang aman bagi anak, pengawasan terhadap interaksi antara pendidik dan peserta didik, serta penguatan sistem perlindungan anak di lingkungan pendidikan.


Hingga berita ini ditulis, proses hukum dan pendalaman terhadap dugaan kasus tersebut masih diperlukan untuk memastikan kronologi serta kebenaran informasi yang beredar.(Jak)