Advertisement

SALATIGA|MATALENSANEWS.COM – Tim Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Sadak Kinang Salatiga menggelar kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui Program LESAT (Lele Sehat Terpadu) bersama ibu-ibu PKK Kelurahan Kauman Kidul, Kota Salatiga, Jumat (11/7/2026).
Kegiatan yang diikuti 15 anggota PKK tersebut berlangsung di rumah Ibu Peni. Sejak pagi, para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara yang bertujuan meningkatkan pengetahuan sekaligus keterampilan mengolah hasil budidaya ikan lele menjadi produk bernilai ekonomi.
Acara diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars PKK. Setelah presensi dan pembayaran kas rutin anggota, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi mengenai rencana lomba peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia serta peringatan Hari Jadi Kota Salatiga.
Pada sesi utama, Tim KKN UGM memperkenalkan Program LESAT yang mengintegrasikan edukasi budidaya lele sehat dengan pengolahan hasil panen menjadi produk pangan.
Khurin A'ini menjelaskan pemanfaatan tanaman fitoremediasi sebagai solusi alami untuk menjaga kualitas air kolam lele agar tetap bersih dan sehat. Menurutnya, penggunaan tanaman tersebut dapat membantu menciptakan lingkungan budidaya yang lebih baik sehingga mendukung pertumbuhan ikan.
Selanjutnya, Roxx Jesselyn Buda Adiningsih memberikan materi mengenai perhitungan harga jual cilok ikan lele. Materi tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi para peserta untuk menghitung biaya produksi hingga menentukan harga jual yang layak apabila ingin mengembangkan usaha rumahan.
Praktik pembuatan cilok ikan lele dipandu langsung oleh Convelica Tanaya Sugwanti selaku Person in Charge (PIC) umum Program LESAT. Para peserta diajak mempraktikkan seluruh tahapan pembuatan, mulai dari menyiapkan bahan, mengolah adonan, membentuk cilok, hingga proses penyajian.
Suasana berlangsung interaktif. Ibu-ibu PKK tampak antusias mengikuti setiap tahapan dan saling berbagi pengalaman selama praktik berlangsung.
Setelah cilok matang, seluruh peserta bersama tim KKN melakukan evaluasi rasa. Salah seorang peserta mengaku hasil olahan tersebut memiliki cita rasa yang lezat.
"Kenyal, gurih, dan tidak amis. Anak-anak pasti suka," ujar salah satu peserta.
Kegiatan kemudian ditutup dengan makan bersama serta sesi dokumentasi yang dilakukan oleh Wildan Catur Chadafi.
Melalui Program LESAT, Tim KKN-PPM UGM Sadak Kinang Salatiga berharap ibu-ibu PKK Kauman Kidul tidak hanya memperoleh keterampilan baru dalam mengolah ikan lele, tetapi juga mampu memanfaatkan potensi perikanan di lingkungan sekitar menjadi produk olahan bernilai tambah yang dapat membuka peluang usaha dan meningkatkan perekonomian keluarga.(Indra)
