Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement MGID

Rabu, 05 Agustus 2026, 10:05:00 AM WIB
Last Updated 2026-08-05T03:05:19Z
BERITA UMUMNEWS

Bantah Isu Pencemaran Lingkungan, SPPG Wonosegoro 2 Boyolali Klaim Jadi Penggerak Ekonomi Warga

Advertisement


BOYOLALI
 |MATALENSANEWS.COM– Pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bandung Wonosegoro 2 di Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali, membantah isu yang menyebut operasional fasilitas penyedia Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berdampak negatif terhadap lingkungan. Manajemen menegaskan seluruh kegiatan produksi hingga pengelolaan limbah telah dilaksanakan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.


Ketua Yayasan Pondok Pesantren Darussalam Bandung Wonosegoro, Kumaidi, mengatakan pihaknya menjadikan kebersihan dan kenyamanan lingkungan sebagai prioritas utama dalam menjalankan operasional SPPG,Rabu (5/8/26).


Menurutnya, fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang tersedia di lokasi telah menggunakan teknologi terkini dan berada di bawah pengawasan tenaga ahli. Hal itu dilakukan untuk memastikan air limbah yang dihasilkan telah memenuhi standar sebelum dialirkan ke lingkungan.


"Kami sangat terbuka terhadap pengawasan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Kehadiran petugas untuk mengambil sampel beberapa waktu lalu justru menjadi bagian dari prosedur rutin kami untuk memastikan kualitas lingkungan tetap terjaga baik dan sesuai regulasi," ujar perwakilan manajemen.



Selain memastikan aspek lingkungan, pengelola menilai keberadaan SPPG Bandung Wonosegoro 2 telah memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitar. Fasilitas tersebut memiliki kapasitas produksi hingga 2.077 porsi makanan bergizi setiap hari yang didistribusikan kepada 12 sekolah dan tiga desa di Kecamatan Wonosegoro.


Operasional SPPG juga disebut mampu menyerap puluhan tenaga kerja lokal, mulai dari tenaga memasak, pengemasan, hingga petugas distribusi. Kondisi tersebut dinilai turut membuka lapangan pekerjaan baru dan meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat setempat.


Sejumlah warga sekitar yang ditemui turut mengaku tidak merasakan adanya gangguan berarti terhadap lingkungan sejak SPPG beroperasi. Mereka justru mengapresiasi manfaat ekonomi yang muncul dari keberadaan dapur MBG tersebut.


Menurut warga, selain lingkungan yang tetap terjaga, program MBG memberikan multiplier effect yang dirasakan langsung oleh masyarakat melalui terciptanya peluang kerja dan meningkatnya aktivitas ekonomi di wilayah Kecamatan Wonosegoro.


Pihak pengelola berharap masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Manajemen menegaskan akan terus menjalin koordinasi dan bersinergi dengan Dinas Lingkungan Hidup, instansi teknis terkait, serta masyarakat sekitar guna memastikan operasional SPPG berjalan sesuai ketentuan dan mendukung keberhasilan program nasional Makan Bergizi Gratis.(Goent)