Advertisement
KENDAL|MATALENSANEWS.COM – Kapolres Kendal AKBP Ratna Quratul Ainy, S.I.K., M.Si. turun langsung memberikan pembinaan kepada para pelajar SMK Bina Utama Kendal dalam upaya mencegah kenakalan remaja dan menciptakan lingkungan pendidikan yang aman serta kondusif.
Pembinaan tersebut disampaikan Kapolres saat menjadi Inspektur Upacara di SMK Bina Utama Kendal, Senin (24/8/2026). Kegiatan turut dihadiri jajaran Pejabat Utama Polres Kendal, Kepala SMK Bina Utama Santi Larasati, S.H., pembina yayasan, dewan guru, serta seluruh pelajar.
Kehadiran jajaran Polres Kendal mendapat apresiasi dari pihak sekolah dan yayasan. Pembina Yayasan SMK Bina Utama menyampaikan, dengan jumlah siswa yang cukup besar, sekolah membutuhkan dukungan dan sinergi dengan kepolisian, khususnya dalam pembinaan karakter dan pencegahan kenakalan remaja.
Pendampingan yang dilakukan Polri dinilai menjadi langkah strategis untuk membangun kedisiplinan serta mencegah pelajar terlibat berbagai bentuk ketidaktertiban dan tindak pidana.
Menanggapi hal tersebut, AKBP Ratna menegaskan komitmen Polres Kendal untuk terus hadir dan mendampingi generasi muda. Ia mengajak para pelajar memanfaatkan masa sekolah untuk belajar, mengembangkan potensi, dan mempersiapkan masa depan.
“Pendidikan merupakan salah satu jalan penting untuk mengentaskan kemiskinan. Oleh karena itu, belajarlah dengan sungguh-sungguh dan manfaatkan fasilitas pendidikan dengan sebaik-baiknya,” tegas AKBP Ratna.
Dalam arahannya, Kapolres juga mengingatkan pentingnya mengatur waktu antara belajar dan beristirahat. Para pelajar diminta menghindari kebiasaan begadang yang dapat mengganggu kesehatan fisik maupun perkembangan otak.
Kapolres Ingatkan Bahaya “Kreak”
Perhatian khusus diberikan Kapolres Kendal terhadap fenomena “kreak” atau aksi kenakalan remaja yang berpotensi membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
AKBP Ratna menyinggung penindakan terhadap 48 kendaraan dan 70 remaja yang terlibat balap liar di kawasan Lingkar Weleri beberapa waktu lalu.
Ia bersyukur tidak ada pelajar SMK Bina Utama yang terlibat dalam aksi tersebut. Namun, Kapolres tetap meminta seluruh siswa menjauhi balap liar dan berbagai bentuk aktivitas “kreak”.
Menurutnya, tindakan ikut-ikutan dalam kelompok atau tren kenakalan remaja dapat berujung pada persoalan hukum dan menghancurkan masa depan yang telah dibangun melalui pendidikan.
“Jangan sampai hanya karena ikut-ikutan, masa depan kalian menjadi hancur. Gunakan masa muda untuk belajar, mengejar cita-cita, dan membanggakan orang tua,” pesan Kapolres kepada para pelajar.
Selain balap liar dan “kreak”, Kapolres juga memberikan peringatan keras mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba, minuman keras, serta kepemilikan senjata tajam.
Para pelajar diminta tidak mencoba, menggunakan, menyimpan, maupun terlibat dalam peredaran barang-barang terlarang tersebut.
Kapolres juga mengingatkan bahwa usia di bawah umur bukan berarti seseorang kebal terhadap hukum. Setiap pelanggaran pidana tetap dapat diproses sesuai ketentuan perundang-undangan dan mekanisme Sistem Peradilan Pidana Anak.
Karena itu, para pelajar diminta selalu mempertimbangkan konsekuensi sebelum melakukan suatu tindakan.
“Jangan mudah terpengaruh lingkungan. Pilih pergaulan yang baik, bijak menggunakan gawai, dan manfaatkan teknologi untuk mencari informasi yang positif,” pesannya.
AKBP Ratna berharap pembinaan tersebut dapat menjadi pengingat bagi seluruh pelajar agar lebih disiplin dan bertanggung jawab dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Kegiatan upacara dan pembinaan di SMK Bina Utama Kendal berlangsung aman, tertib, dan lancar.
Melalui kegiatan tersebut, Polres Kendal berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara kepolisian, sekolah, yayasan, dan orang tua dalam membentuk generasi muda Kabupaten Kendal yang berpendidikan, sehat, berkarakter, bertanggung jawab, serta mampu meraih cita-cita dan membanggakan bangsa.(Djoko S)

