Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement MGID

Sabtu, 05 September 2026, 9:19:00 PM WIB
Last Updated 2026-09-05T14:19:14Z
BERITA PERISTIWANEWS

14 Rumah di Asrama Polisi Semarang Utara Ludes Terbakar, Diduga Api Berasal dari Rumah Tengah

Advertisement


Semarang| MatalensaNews.com – Sebanyak 14 rumah hunian di Kompleks Asrama Polisi (Aspol) Polsek Semarang Utara, Jalan Letjen Suprapto, Kelurahan Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, ludes terbakar pada Sabtu (5/9/2026) sore.


Kebakaran terjadi sekitar pukul 14.40 WIB. Meski api menghanguskan belasan rumah, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.


Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Damkar Kota Semarang, Tantri Pradono, mengatakan laporan kebakaran diterima Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang sekitar pukul 14.40 WIB.


"Kebakaran terjadi sekitar pukul 14.40 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu," ujar Tantri saat dikonfirmasi RMOL Jateng.


Informasi awal mengenai kebakaran diterima dari seorang pelapor bernama Agus S. Ia melaporkan adanya kebakaran rumah hunian yang berada di samping Satpas 1421 Semarang.


Mendapat laporan tersebut, Kepala Pleton 4 Damkar Kota Semarang langsung mengerahkan personel dan armada dari sejumlah pos, yakni Pos Induk, Ngaliyan, Banyumanik, Pedurungan, dan Genuk.


Berdasarkan laporan resmi Dinas Damkar Kota Semarang, petugas merespons laporan dalam waktu sekitar lima menit setelah menerima informasi.


"Kami menerima berita kebakaran pukul 14.40 WIB dan langsung merespon dalam 5 menit. Proses pemadaman dan pendinginan selesai sekitar pukul 16.45 WIB," demikian laporan resmi Damkar Kota Semarang.


Sebanyak 42 personel diterjunkan untuk menangani kebakaran tersebut dengan dukungan delapan armada, yakni unit 29, 33, 34, 35, 37, 39, 44, serta unit URC.


Petugas juga dilengkapi alat pelindung diri (APD), selang berukuran 1,5 dan 2,5 inci, serta nozzle.


Untuk memenuhi kebutuhan air selama proses pemadaman, petugas memanfaatkan sejumlah sumber air, di antaranya hydrant, sumur Taman Srigunting, serta bantuan mobil tangki air dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) dan PMI Kota Semarang.


Kondisi bangunan yang saling berdempetan membuat api dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan lainnya. Luas area yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 900 meter persegi, dengan panjang sekitar 90 meter dan lebar 10 meter.


Dalam proses pemadaman, petugas sempat menghadapi kendala karena aliran listrik belum segera dimatikan. Meski demikian, setelah dilakukan penanganan, kobaran api akhirnya berhasil dikuasai.


Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung lebih dari dua jam dan dinyatakan selesai sekitar pukul 16.45 WIB.


Akibat kebakaran tersebut, sebanyak 14 rumah beserta seluruh isinya hangus terbakar. Rumah-rumah yang terdampak diketahui dihuni oleh Sarwo Edy, Triyono, Hengky, Hendri, Kumaidi, Agus FX, Nugroho, Jamiatun, Marno, Kelik, Misgianto, dan Agus Darsono. Selain itu, terdapat dua rumah dalam kondisi kosong yang turut terdampak.


Hingga kini, total kerugian materi akibat kebakaran tersebut masih dalam proses pendataan.



Sementara itu, berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi, api diduga berasal dari salah satu rumah yang berada di bagian tengah kompleks.


Salah seorang warga di lokasi menyebut, rumah tersebut sebelumnya digunakan untuk memasak dan ditinggalkan oleh penghuninya.


"Indikasi dari rumah bagian tengah, rumah Bapak RT Hengky sedang memasak ditinggal keluar," ujar warga tersebut.


Setelah kobaran api berhasil dipadamkan, petugas Damkar melanjutkan proses pendinginan guna memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.


Petugas juga berkoordinasi dengan PLN untuk memastikan kondisi jaringan listrik di sekitar lokasi aman dan mendukung proses pengamanan pascakebakaran.


Penyebab pasti kebakaran serta jumlah kerugian masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari pihak terkait.(Djoko S)