Advertisement
DEMAK|MATALENSANEWS.COM — Atap area parkir Pasar Dempet, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, disapu angin puting beliung pada Jumat (25/9/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.
Material atap berbahan seng yang terbawa angin kemudian jatuh dan menimpa sejumlah bangunan warga di Desa Botosengon, Kecamatan Dempet.
Petugas Kecamatan Dempet, Muhammad Khoirul Anwar, mengatakan berdasarkan laporan dari Ketua RW setempat dan hasil pantauan di lokasi, sedikitnya terdapat empat bangunan yang terdampak material atap pasar.
"Saat ini informasi dari Pak RW baru empat, salah satunya gedung PAUD," kata Anwar saat ditemui di Pasar Dempet, Jumat sore.
Menurutnya, pihak kecamatan akan berkoordinasi dengan dinas terkait agar dampak kejadian tersebut mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Demak.
"Nanti dari kecamatan bisa melaporkan ke dinas terkait untuk dampak puting beliung ini," ujarnya.
Berdasarkan pantauan di lokasi sekitar pukul 17.10 WIB, material atap pasar yang sempat menimpa rumah warga telah diturunkan. Sejumlah warga dan petugas terlihat sibuk melakukan pembersihan serta memperbaiki bagian bangunan yang terdampak.
Sebagian warga memperbaiki lapak, sementara lainnya memperbaiki genteng rumah yang rusak akibat tertimpa material seng.
Kerusakan pada rumah warga relatif ringan dan masih dapat diperbaiki secara mandiri. Sementara itu, bangunan PAUD yang berada tidak jauh dari lokasi mengalami kerusakan pada sejumlah genteng setelah terkena material atap pasar yang terbawa angin.
Pulang Salat Jumat, Warga Kaget Rumah Tertutup Seng
Ketua RW 1 Desa Botosengon, Suparyanto, yang rumahnya turut terdampak, mengaku terkejut ketika pulang setelah menunaikan salat Jumat.
Setibanya di rumah, ia mendapati bagian rumahnya tertutup material seng yang sebelumnya merupakan bagian dari atap area parkir Pasar Dempet.
"Tahu-tahu pulang itu seng menimpa rumah saya," ujar Suparyanto saat ditemui di lokasi, Jumat sore.
Tak lama setelah kejadian, petugas parkir mendatangi lokasi untuk membantu mengevakuasi material seng yang menimpa rumah warga.
Suparyanto mengatakan, kejadian tersebut menyebabkan beberapa genteng rumahnya pecah. Selain itu, antena pemancar di rumahnya juga mengalami kerusakan.
"Listrik juga mati karena kabel putus, terus antena itu juga pada kendur tarikannya," ungkapnya.
Meski demikian, Suparyanto menyebut kerusakan yang dialami rumahnya tergolong ringan dan masih dapat diperbaiki secara mandiri.
Peristiwa tersebut tidak hanya berdampak pada rumah warga, tetapi juga sejumlah fasilitas dan lapak di sekitar Pasar Dempet. Warga bersama petugas kemudian melakukan pembersihan dan perbaikan secara bertahap.(Rendy)

