Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement MGID

Jumat, 25 September 2026, 10:35:00 PM WIB
Last Updated 2026-09-25T15:35:09Z
BERITA UMUMNEWS

Pengajian di Masjid At-Taubah Lapas Purwodadi, Warga Binaan Diajak Teladani Akhlak Nabi

Advertisement


GROBOGAN|
MATALENSANEWS.COM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Purwodadi terus memperkuat pembinaan kepribadian dan kerohanian bagi warga binaan melalui kegiatan keagamaan.


Salah satunya diwujudkan melalui pengajian dan doa bersama yang digelar di Masjid At-Taubah Lapas Purwodadi, Jumat (25/9/2026), usai pelaksanaan salat Jumat.


Kegiatan tersebut diikuti Kepala Lapas Purwodadi Erik Murdiyanto bersama jajaran serta seluruh warga binaan. Pengajian berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan dengan seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan secara tertib.


Dalam kegiatan tersebut, Lapas Purwodadi menghadirkan Imam Supardi dari Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Grobogan sebagai pemberi tausiah.


Materi tausiah mengangkat tema keteladanan Nabi, khususnya nilai-nilai luhur yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.


Imam Supardi mengajak warga binaan tidak sekadar memahami kisah dan keteladanan Nabi, tetapi juga mengambil hikmah untuk diterapkan dalam perilaku sehari-hari.


Menurutnya, nilai kejujuran, kesabaran, kasih sayang, kepedulian terhadap sesama, serta kemauan untuk terus memperbaiki diri merupakan bagian penting dalam membangun pribadi yang lebih baik.


“Keteladanan Nabi dapat menjadi pedoman bagi kita semua dalam menjalani kehidupan. Setiap orang memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan menjadi pribadi yang lebih baik,” pesan Imam Supardi dalam tausiyahnya.


Kepala Lapas Purwodadi Erik Murdiyanto turut mengikuti kegiatan tersebut bersama jajaran. Ia menyampaikan bahwa pembinaan rohani menjadi salah satu bagian penting dalam proses pembinaan warga binaan.


Pembinaan keagamaan, kata Erik, tidak hanya memberikan pengetahuan dan pemahaman agama, tetapi juga diharapkan dapat mendorong perubahan sikap serta perilaku warga binaan selama menjalani masa pidana.


Melalui kegiatan keagamaan yang dilaksanakan secara rutin, warga binaan diharapkan memperoleh penguatan mental dan spiritual serta memiliki motivasi untuk menjalani masa pembinaan dengan penuh kesadaran.


Nilai-nilai positif yang diperoleh selama mengikuti kegiatan pembinaan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi warga binaan ketika nantinya kembali berkumpul bersama keluarga dan berinteraksi di tengah masyarakat.


Usai pengajian, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama. Seluruh peserta memanjatkan doa dengan penuh kekhusyukan, memohon keberkahan, kemudahan dalam menjalani proses pembinaan, serta kesehatan dan keselamatan bagi seluruh keluarga besar Lapas Purwodadi.


Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Lapas Purwodadi dalam menghadirkan pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan hak warga binaan, tetapi juga pada pembentukan karakter dan peningkatan kualitas diri.


Dengan adanya pengajian dan doa bersama, warga binaan diharapkan dapat menjadikan masa menjalani pembinaan sebagai momentum untuk melakukan introspeksi, memperbaiki diri, serta mempersiapkan kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat.


Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar hingga ditutup dengan doa bersama.(Rendy)