Advertisement
KUDUSA|MATALENSANEWS.COM – Penantian panjang warga Dukuh Kedungmojo, Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, untuk memiliki akses penghubung antardesa akhirnya terwujud. Jembatan Garuda Merah Putih yang membentang di atas Sungai Loguk resmi digunakan, Rabu (2/9/2026).
Jembatan tersebut menghubungkan Desa Tanjungrejo dengan Desa Klaling. Peresmian dilakukan Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han., ditandai dengan penandatanganan prasasti.
Prosesi peresmian turut disaksikan Bupati Kudus Dr. Ars. Sam’ani Intakoris, S.T., M.T., jajaran Forkopimda Kabupaten Kudus, pejabat Kodam IV/Diponegoro serta masyarakat setempat.
Jembatan yang berada di RT 03/RW 06 Dukuh Kedungmojo tersebut menjadi akses baru bagi masyarakat yang selama bertahun-tahun menghadapi keterbatasan jalur penghubung.
Kehadiran jembatan tidak hanya membuka konektivitas antara Desa Tanjungrejo dan Desa Klaling, tetapi juga mempermudah mobilitas warga menuju permukiman, lahan pertanian maupun berbagai fasilitas umum.
Bagi masyarakat, keberadaan Jembatan Garuda Merah Putih bukan sekadar pembangunan fisik. Akses yang sebelumnya terbatas kini dapat dimanfaatkan untuk aktivitas sehari-hari, termasuk mobilitas kendaraan dan distribusi hasil pertanian.
Kemudahan akses tersebut diharapkan dapat mendorong aktivitas ekonomi sekaligus meningkatkan konektivitas masyarakat di wilayah sekitar.
Bagian dari Program Pembangunan Jembatan
Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin mengatakan pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih merupakan bagian dari program yang diinisiasi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
TNI Angkatan Darat melalui jajaran Kodam, Korem dan Kodim turut mendukung program tersebut dengan memprioritaskan pembangunan jembatan di wilayah yang benar-benar membutuhkan dan memiliki manfaat besar bagi masyarakat.
Hingga saat ini, Kodam IV/Diponegoro bersama jajarannya telah menyelesaikan pembangunan sebanyak 311 jembatan di berbagai wilayah.
Program tersebut akan terus dilanjutkan dengan target pembangunan sedikitnya 100 jembatan tambahan di wilayah Jawa Tengah.
Menurut Pangdam, penentuan lokasi pembangunan jembatan berikutnya akan mempertimbangkan usulan masyarakat dan skala prioritas. Terutama bagi wilayah yang belum memiliki akses penghubung antardesa, membutuhkan akses secara mendesak dan memiliki jumlah penerima manfaat yang besar.
Berkaitan dengan Akses Pendidikan
Pembangunan jembatan juga memiliki kaitan erat dengan akses pendidikan masyarakat di wilayah pedesaan.
Masih terdapat anak-anak sekolah di sejumlah daerah yang harus menyeberangi sungai untuk menuju sekolah. Kondisi tersebut menjadi semakin berisiko ketika debit air meningkat dan arus sungai menjadi deras.
Karena itu, keberadaan jembatan diharapkan dapat memberikan akses yang lebih aman bagi para pelajar sekaligus mengurangi risiko keselamatan ketika mereka berangkat maupun pulang sekolah.
Pangdam menegaskan pembangunan infrastruktur tidak semata-mata ditentukan berdasarkan lokasi, tetapi harus melihat kebutuhan nyata masyarakat di lapangan.
Jembatan yang menghubungkan wilayah yang belum memiliki akses memadai serta memberikan manfaat besar bagi masyarakat menjadi salah satu prioritas pembangunan.
Masyarakat Diminta Ikut Merawat
Dalam kesempatan tersebut, Pangdam mengajak masyarakat Desa Tanjungrejo untuk ikut memiliki, menjaga dan merawat Jembatan Garuda Merah Putih.
Menurutnya, perawatan secara bersama-sama penting dilakukan agar infrastruktur yang telah dibangun dapat bertahan dalam jangka panjang dan manfaatnya terus dirasakan masyarakat hingga generasi berikutnya.
Sementara itu, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengapresiasi dukungan TNI dalam pembangunan infrastruktur di wilayah Kabupaten Kudus.
Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut memiliki fungsi strategis karena tidak hanya menjadi penghubung fisik, tetapi juga menopang mobilitas harian, akses pendidikan serta aktivitas perekonomian warga.
Sinergi antara pemerintah daerah, TNI dan masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam mendorong pembangunan hingga ke wilayah pedesaan.
Masyarakat Desa Tanjungrejo juga diharapkan dapat menjaga dan memanfaatkan jembatan tersebut untuk kepentingan bersama.
Usai prosesi peresmian, Pangdam bersama rombongan meninjau langsung konstruksi Jembatan Garuda Merah Putih. Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi jembatan sekaligus memastikan infrastruktur tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.
Kehadiran Pangdam mendapat sambutan hangat dari warga. Sejumlah pelajar dan masyarakat turut hadir menyaksikan peresmian jembatan yang telah lama dinantikan.
Dalam kunjungan tersebut, Pangdam juga menyerahkan bingkisan kepada masyarakat sebagai bagian dari rangkaian kegiatan.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum mempererat kedekatan TNI dengan masyarakat dalam pembangunan infrastruktur yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung di tingkat desa.
Turut hadir Irdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Denny Marantika, M.Han., para Asisten Kasdam IV/Diponegoro, Kabalakdam IV/Diponegoro, Danrem 073/Makutarama, Forkopimda Kabupaten Kudus, para pimpinan OPD Kabupaten Kudus, unsur TNI-Polri, perangkat Kecamatan Jekulo dan Desa Tanjungrejo, mahasiswa, pelajar serta masyarakat setempat.(Farid/Arisyanto)


