Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement MGID

Senin, 07 September 2026, 11:48:00 AM WIB
Last Updated 2026-09-07T04:48:24Z
BERITA UMUMNEWS

Mubes I Forum Kebangsaan Ormas Kalteng Resmi Dibuka, Yanto E. Saputra Terpilih sebagai Koordinator

Advertisement


PALANGKA RAYA, MATALENSANEWS.COM
– Musyawarah Besar (Mubes) I Forum Kebangsaan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas), Paguyuban, dan Kerukunan Kalimantan Tengah (Kalteng) resmi digelar di Hotel Aurila, Palangka Raya, Minggu (6/9/2026).


Dalam Mubes tersebut, Yanto E. Saputra terpilih sebagai Koordinator Forum Kebangsaan Ormas Kalteng untuk periode mendatang. Ia menggantikan koordinator sebelumnya, almarhum Adi Abdian Noor, yang telah berpulang.


Ketua Panitia Mubes, Tomu Sibarani, mengatakan pelaksanaan Mubes berawal dari kesepakatan dan arahan Pembina serta pengurus forum setelah meninggalnya Adi Abdian Noor.


Menurut Tomu, sebanyak 93 organisasi masyarakat memiliki hak suara dalam Mubes tersebut. Hak suara itu dapat digunakan apabila dalam proses persidangan diperlukan pemungutan suara.


“Panitia bekerja dengan cepat, tepat, dan terus berkoordinasi dengan seluruh elemen, baik dari unsur pemerintah, masyarakat, maupun akademisi,” ujar Tomu.


Mubes I Forum Kebangsaan Ormas Kalteng mengusung slogan “Bersatu, Damai, dan Bermanfaat”. Slogan tersebut menjadi semangat bersama untuk memperkuat komunikasi, kolaborasi, serta sinergi antarorganisasi kemasyarakatan di Kalimantan Tengah.


Tomu berharap keberadaan forum dapat semakin memperkuat kolaborasi antarormas sekaligus mendorong tertibnya tata kelola administratif organisasi.


“Ormas adalah mitra kritis dari pemerintah daerah,” tambahnya.



Forum Kebangsaan Dibangun untuk Menjaga Kedamaian


Mubes secara resmi dibuka oleh Ketua Dewan Pengarah Forum Kebangsaan, Brigjen Pol (Purn) Andreas Wayan Wicaksono, S.I.K.


Dalam sambutannya, Andreas menegaskan bahwa Forum Kebangsaan Ormas Kalteng lahir dari kesadaran bersama untuk menjaga kedamaian dan keharmonisan di Kalimantan Tengah.


Menurutnya, keberadaan forum diharapkan mampu menjadi wadah komunikasi antarelemen masyarakat sekaligus mencegah terjadinya gesekan yang dipicu kepentingan maupun ego sektoral.


“Kita punya latar belakang sejarah yang mengajarkan bahwa konflik dan kerusuhan hanya membawa kerugian bagi semua pihak. Forum ini kita bangun dari bawah, dari akar rumput secara mandiri, layaknya pohon yang tumbuh kuat dari akarnya,” kata Andreas.


Ia juga menekankan posisi masyarakat Dayak sebagai tuan rumah di Kalimantan Tengah. Filosofi Huma Betang, menurut Andreas, dapat menjadi perekat bagi keberagaman etnis, organisasi masyarakat, maupun paguyuban yang ada di wilayah tersebut.


Andreas menjelaskan bahwa struktur Forum Kebangsaan Ormas Kalteng tidak mengenal konsep jabatan ketua di atas ketua. Jabatan yang dipilih dalam forum tersebut adalah Koordinator.


Koordinator memiliki tugas merangkul dan mengoordinasikan seluruh pengurus serta organisasi masyarakat yang tergabung dalam forum untuk merumuskan berbagai kegiatan yang mendukung kebijakan pemerintah, menjaga ketertiban, serta ikut mengawal keamanan daerah.


Ia berharap koordinator terpilih bersama tim formatur segera menyusun berbagai langkah strategis, termasuk merumuskan Peraturan Forum yang akan menjadi pedoman dalam menjalankan organisasi ke depan.


“Saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti Mubes dengan penuh rasa tanggung jawab, mengedepankan semangat musyawarah mufakat, serta mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan kelompok atau pribadi,” tutup Andreas.


Yanto Diharapkan Perkuat Komunikasi Antarormas


Sementara itu, Ketua Kesatuan Masyarakat Hukum Adat (KMHA) Dayak Kalimantan Tengah, Erko Mojra, menyampaikan ucapan selamat kepada Yanto E. Saputra atas terpilihnya sebagai Koordinator Forum Kebangsaan Ormas Kalteng.


Erko berharap kepemimpinan Yanto dapat membawa forum semakin solid dalam menjalankan peran sebagai wadah komunikasi dan silaturahmi berbagai elemen masyarakat di Kalimantan Tengah.


Dengan kepengurusan baru tersebut, Forum Kebangsaan Ormas Kalteng diharapkan mampu memperkuat komunikasi antarlembaga, ormas, paguyuban, dan kerukunan masyarakat, sekaligus mendorong terciptanya kehidupan sosial yang damai, harmonis, serta memberikan manfaat bagi masyarakat Kalimantan Tengah.


Forum ini diharapkan tidak hanya menjadi wadah koordinasi organisasi, tetapi juga mampu berkontribusi dalam menjaga persatuan, kerukunan, dan stabilitas sosial di Bumi Tambun Bungai.(Iwansyah)