Advertisement
![]() |
| Sekretaris Daerah (Sekda) Rembang Fahrudin |
Rembang|MATALENSANEWS.COM– Pelaksanaan proyek rehabilitasi ruang kelas atau Revit SD yang dikelola Dinas Pendidikan Rembang mendapat sorotan. Sejumlah temuan di lapangan memunculkan pertanyaan terkait kualitas material hingga pelaksanaan proyek yang disebut sempat diwarnai dugaan intervensi pihak luar.
Sorotan tersebut menguat setelah Komisi IV DPRD Rembang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah sekolah. Dalam sidak terbaru di SDN Tasiksono, Kecamatan Lasem, legislator menemukan kusen jendela berbahan kayu yang kondisinya sudah keropos namun tetap dipasang dalam pengerjaan rehabilitasi.
Anggota Komisi IV DPRD Rembang, Puji Santosa, menyayangkan penggunaan material tersebut. Menurutnya, material kayu yang sudah rusak seharusnya tidak dipertahankan dan perlu diganti agar kualitas hasil rehabilitasi sesuai ketentuan.
“Beberapa sekolah yang kita sidak juga terindikasi menggunakan konsultan perencana dan pengawas dari pihak yang sama. Kita melihat bahwa kondisi jendela keropos, rusak kayunya tapi tetap dipertahankan dipasang. Kita menyayangkan dan kita minta untuk diganti,” kata Puji Santosa.
Temuan tersebut menjadi perhatian karena proyek rehabilitasi ruang kelas SD di Kabupaten Rembang memiliki nilai anggaran belasan miliar rupiah.
Pelaksanaan proyek tersebut menggunakan sistem swakelola murni oleh kelompok masyarakat. Dalam mekanisme ini, pihak sekolah bersama komite sekolah memiliki peran dalam pengelolaan anggaran dan pelaksanaan pekerjaan.
Namun, dalam pelaksanaannya muncul dugaan adanya pihak luar yang mencoba memengaruhi proses pengerjaan. Kondisi tersebut disebut menjadi salah satu persoalan yang tengah mendapat perhatian.
Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Rembang sebelumnya juga mengakui adanya tekanan psikologis yang dialami sejumlah kepala sekolah dalam pelaksanaan proyek di lapangan.
Sementara itu, ketika dimintai tanggapan mengenai berbagai polemik yang muncul dalam pelaksanaan proyek tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Rembang Fahrudin memberikan respons singkat.
“Saya hanya bisa mendoakan semoga semua berjalan sesuai prosedur, Amiin,” ujar Fahrudin melalui pesan singkat, Selasa (1/9/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan ketika Sekda dimintai konfirmasi mengenai sejumlah persoalan yang mencuat, termasuk isu intervensi pihak tertentu serta temuan material yang dinilai tidak layak.
Di sisi lain, Komisi IV DPRD Rembang terus mendorong agar pelaksanaan proyek rehabilitasi sekolah dilakukan sesuai ketentuan dan mengutamakan kualitas pekerjaan.
Temuan kusen kayu keropos di SDN Tasiksono menjadi salah satu catatan yang diminta segera ditindaklanjuti. DPRD meminta material yang tidak memenuhi standar diganti sebelum pekerjaan berlanjut ke tahap berikutnya.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan anggaran rehabilitasi sekolah benar-benar menghasilkan sarana pendidikan yang layak dan berkualitas bagi siswa.
Komisi IV DPRD Rembang juga menyoroti adanya indikasi penggunaan konsultan perencana dan pengawas dari pihak yang sama di beberapa sekolah. Hal itu menjadi perhatian legislator karena perlu dipastikan seluruh proses perencanaan, pengawasan, hingga pelaksanaan proyek berjalan sesuai aturan.
Hingga kini, berbagai temuan tersebut masih menjadi bahan pendalaman. DPRD meminta pihak terkait tidak hanya memastikan pekerjaan selesai secara administratif, tetapi juga menjamin kualitas material dan hasil pekerjaan sesuai spesifikasi yang telah ditetapkan.(S.Boyong/ErAngga)

