Advertisement
DEMAK|MatalensaNews.com – Seorang remaja berinisial YSS (13), warga Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak, meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Tuntang, tepatnya di bawah Jembatan Dukuh Sindon, Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak.
Korban tenggelam saat bermain air bersama sejumlah temannya pada Minggu (20/9/2026). Petugas gabungan kemudian melakukan pencarian dengan menerjunkan tim penyelam ke bagian sungai yang memiliki kedalaman sekitar lima meter.
Ps Kasi Humas Polres Demak, Iptu Rudi Tri Sayogo, mengatakan peristiwa tersebut bermula sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, korban bersama sejumlah temannya berada di sekitar Sungai Tuntang.
“Sekira pukul 10.00 WIB kemudian mereka sepakat untuk main air atau berenang di aliran Sungai Tuntang, tepatnya di bawah Jembatan Dukuh Sindon, Trimulyo, Guntur, Demak,” kata Rudi dalam keterangan tertulis, Minggu (20/9/2026).
Sekitar 15 menit setelah bermain air, korban bergerak menuju bagian sungai yang lebih dalam. Tanpa disadari, kedalaman air di lokasi tersebut mencapai sekitar lima meter.
Korban yang ternyata tidak mahir berenang kemudian kesulitan untuk kembali ke bagian sungai yang lebih dangkal.
“Sesaat setelah bermain air, sekira 15 menit, korban bermain air ke arah yang kedalaman air sekira lima meter dan hal tersebut tidak disadari oleh korban, karena korban ternyata tidak mahir dalam berenang,” ujar Rudi.
Teman Korban Berusaha Menolong
Melihat korban mengalami kesulitan berenang, sejumlah temannya yang berada di lokasi langsung berupaya memberikan pertolongan.
Riski, Hisyam, Radit, Anang, Wahyu, dan Fais berusaha menarik tangan korban agar dapat kembali ke bagian sungai yang lebih aman.
“Melihat korban tidak bisa berenang, para saksi di antaranya Riski, Hisyam, Radit, Anang, Wahyu, dan Fais berusaha menolong korban dengan cara menarik tangan korban. Namun para saksi yang menolong merasa tidak kuat menarik tangan korban. Akhirnya korban tenggelam ke dalam atau dasar sungai,” jelas Rudi.
Para saksi kemudian naik ke atas jembatan untuk meminta pertolongan warga. Warga yang mengetahui kejadian tersebut turut melakukan pencarian di sepanjang aliran Sungai Tuntang.
Namun, upaya pencarian awal yang dilakukan warga belum membuahkan hasil.
Tim Gabungan Diterjunkan
Setelah menerima informasi kejadian tersebut, pihak kepolisian kemudian meminta bantuan BPBD Kabupaten Demak dan Basarnas Semarang.
Tim SAR gabungan mendatangi lokasi untuk melakukan pencarian. Petugas menyisir aliran sungai dan menerjunkan tim penyelam ke bagian sungai yang diperkirakan menjadi lokasi korban tenggelam.
“Kapolsek meminta bantuan ke BPBD Demak serta Basarnas Semarang. Setelah tiba di lokasi kemudian mencari korban hingga diturunkan tim penyelam,” kata Rudi.
Setelah dilakukan pencarian selama sekitar 3,5 jam, korban akhirnya ditemukan pada pukul 13.30 WIB.
“Pada pukul 13.30 WIB akhirnya korban ketemu dan kami evakuasi langsung ke rumah duka di Karangtengah Demak,” pungkasnya.
Jenazah korban selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.
Imbauan Keselamatan
Peristiwa tersebut menjadi pengingat penting bagi masyarakat, khususnya orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak ketika bermain di sekitar sungai.
Anak-anak yang belum mahir berenang diimbau tidak bermain atau berenang di sungai, terutama pada lokasi yang memiliki kedalaman cukup tinggi maupun arus yang berpotensi membahayakan.
Orang tua juga diharapkan memberikan pemahaman kepada anak mengenai risiko bermain di aliran sungai guna mencegah terjadinya kecelakaan serupa.(Arisyanto/Rendy)

