Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement MGID

Sabtu, 19 September 2026, 8:56:00 AM WIB
Last Updated 2026-09-19T01:56:02Z
BERITA PERISTIWANEWS

Satpam SPPG di Salatiga Ditemukan Meninggal Saat Pergantian Shift Jaga

Advertisement



SALATIGA|
MatalensaNews.com – Seorang petugas keamanan (satpam) berinisial S, 49, ditemukan meninggal dunia di ruang penjagaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Cipta Pangan Sejahtera, Sawahan, Kelurahan Kecandran, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga, Sabtu (19/9/2026) pagi.


Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 05.45 WIB saat rekan kerja korban datang ke lokasi untuk melaksanakan pergantian tugas jaga.


Setibanya di ruang satpam, saksi melihat korban sedang duduk di kursi. Saksi sempat mengira korban tengah tidur.


Namun, sekitar pukul 06.15 WIB, saksi bermaksud membangunkan korban. Saat memegang tangan korban, saksi mendapati kondisi tangan korban sudah lemas.


Saksi kemudian melakukan pengecekan denyut nadi dan mendapati korban sudah tidak menunjukkan denyut nadi.


Mengetahui kondisi tersebut, saksi kemudian menghubungi Ketua RT setempat untuk memberitahukan kejadian tersebut. Ketua RT bersama sejumlah warga kemudian mendatangi lokasi dan melakukan pengecekan terhadap kondisi korban.


Setelah memastikan korban dalam kondisi tidak bernyawa, Ketua RT selanjutnya menghubungi pihak kepolisian.


Mendapat laporan tersebut, Polres Salatiga langsung menerjunkan petugas untuk melakukan pengecekan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).


Sejumlah personel yang mendatangi lokasi di antaranya Piket Fungsi Reskrim, personel Polsek Sidomukti, SPKT Polres Salatiga, Piket Reskrim Polsek Sidomukti, Piket Identifikasi Polres Salatiga serta Piket Fungsi Intelkam.


Petugas kemudian melakukan pemeriksaan di sekitar TKP dan meminta keterangan dari sejumlah saksi. Pemeriksaan medis juga dilakukan oleh dokter guna memastikan kondisi korban.


Dari hasil pemeriksaan awal, korban diduga meninggal dunia karena sakit. Dalam penanganan awal di TKP, tidak ditemukan informasi yang mengarah pada adanya tanda-tanda kekerasan.


Setelah rangkaian pemeriksaan selesai, jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka dan selanjutnya dimakamkan.


Pihak keluarga juga menyatakan tidak berkenan apabila dilakukan autopsi terhadap jenazah.


Kapolres Salatiga AKBP Jonathan David Harianthono, S.I.K., M.H., mengatakan jajaran Polres Salatiga akan merespons setiap laporan maupun informasi yang disampaikan masyarakat sesuai prosedur yang berlaku.


“Setiap informasi yang disampaikan masyarakat merupakan bagian penting dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Kami berkomitmen untuk memberikan respons secara cepat dan melakukan penanganan sesuai dengan kondisi di lapangan,” tegas AKBP Jonathan David Harianthono.


Ia juga mengapresiasi kepedulian masyarakat yang segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian sehingga petugas dapat segera mendatangi lokasi dan melakukan penanganan.


“Sinergi antara masyarakat dan kepolisian sangat penting. Apabila menemukan kejadian yang membutuhkan kehadiran polisi, segera laporkan melalui kanal resmi kepolisian agar dapat segera kami tindaklanjuti,” pungkasnya.(Goent)