Advertisement

Kepala Disdikbud Boyolali, Dwi Hari Kuncoro
BOYOLALI|MATALENSANEWS.COM– Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Boyolali memastikan distribusi seragam gratis bagi siswa SMP negeri dan swasta telah rampung. Sementara penyaluran seragam gratis untuk siswa SD masih berlangsung dan ditargetkan selesai pada 5 Oktober 2026.
Kepala Disdikbud Boyolali, Dwi Hari Kuncoro, mengatakan seluruh seragam untuk siswa SMP telah didistribusikan. Adapun penyaluran seragam untuk siswa SD saat ini masih dalam tahap penyelesaian.
“Untuk seragam sekolah di tingkat SMP sudah selesai semua. Untuk LKS juga telah terdistribusi semua, baik SD maupun SMP, per 8 September 2026. Ini yang belum selesai seragam SD,” kata Dwi kepada wartawan saat ditemui di Museum R Hamong Wardoyo, Rabu (30/9/2026).
Menurut Dwi, kontrak pengadaan seragam untuk siswa SD berakhir pada 5 Oktober 2026. Pihaknya berharap proses distribusi dapat diselesaikan sesuai batas waktu tersebut dan tidak mengalami keterlambatan.
Salah satu kendala dalam pengadaan seragam, kata dia, berkaitan dengan perbedaan warna kain antara hasil produksi pertama dan produksi berikutnya.
Disdikbud Boyolali tidak memberikan toleransi terhadap perbedaan warna tersebut karena seragam yang dibagikan kepada siswa harus memenuhi spesifikasi yang telah ditentukan.
“Kami menuntut kualitas yang baik, sesuai dengan spesifikasi yang kami harapkan. Ketika ada seragam ada sedikit warna berbeda, saat kumpul upacara, tapi warnanya berbeda, jadinya tidak indah,” ujarnya.
Dwi menegaskan kualitas menjadi salah satu hal yang diperhatikan dalam pengadaan seragam gratis. Penyedia diwajibkan memenuhi spesifikasi yang telah ditetapkan pemerintah.
Anggaran Seragam dan LKS Capai Rp10,7 Miliar
Program seragam dan LKS gratis tersebut merupakan salah satu program Pemerintah Kabupaten Boyolali yang dibiayai melalui APBD 2026.
Sebelumnya, Bupati Boyolali Agus Irawan menyerahkan secara simbolis bantuan seragam dan LKS gratis kepada siswa di dua sekolah pada Jumat (28/8/2026). Saat itu, distribusi seluruh bantuan ditargetkan selesai pada September 2026, meskipun masa kontrak pengadaan berlangsung hingga Oktober.
Program tersebut menyasar 20.609 siswa baru kelas I SD dan kelas VII SMP, baik sekolah negeri maupun swasta. Rinciannya terdiri atas 10.060 siswa SD dan 10.549 siswa SMP.
Untuk siswa SD, setiap siswa memperoleh tiga setel seragam jadi, yakni seragam OSIS, Pramuka, dan batik, serta delapan buku LKS. Nilai paket bantuan untuk masing-masing siswa mencapai Rp502.000.
Sementara siswa SMP mendapatkan tiga setel kain seragam untuk OSIS, Pramuka, dan batik, ditambah 11 buku LKS. Nilai paket bantuan tersebut mencapai Rp541.600 per siswa.
Khusus siswa SD yang menerima seragam jadi dengan ukuran terlalu besar atau terlalu kecil, pemerintah memberikan kesempatan untuk melakukan penukaran dalam waktu satu pekan.
Secara keseluruhan, Pemkab Boyolali mengalokasikan anggaran sekitar Rp10,7 miliar untuk program tersebut. Anggaran untuk pengadaan seragam dan LKS jenjang SD mencapai Rp5 miliar, sedangkan untuk jenjang SMP sebesar Rp5,7 miliar.
Bupati Boyolali Agus Irawan mengatakan program tersebut diharapkan dapat memberikan semangat kepada siswa untuk belajar sekaligus membantu meringankan beban orang tua.
“Kami berharap pemberian seragam dan LKS gratis tersebut menjadi semangat anak-anak untuk terus belajar dan sedikit banyak bisa meringankan beban wali murid,” kata Agus.
Agus juga mengatakan program seragam dan LKS gratis akan diupayakan kembali pada tahun berikutnya dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran daerah.
“Tahun ini baru SD dan swasta, insyaallah akan kami hitung juga sekolah di bawah Kemenag. Kami juga minta masukan dari dewan (DPRD), kalau disetujui insyaallah akan kami adakan semuanya agar merata dan manfaatnya bisa dirasakan warga Boyolali,” ujarnya.(Goent)
